Kampung Nelayan Merah Putih Poto Tano Masuk Tahap Survei Topografi

Taliwang, MediaKSB, – Program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memasuki tahap survei topografi sebagai bagian penting dalam penyusunan perencanaan teknis.
Desa Poto Tano resmi ditetapkan sebagai lokasi utama program strategis nasional ini setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang disyaratkan pemerintah pusat.
“Awalnya dua lokasi yang kami usulkan merupakan wilayah penyangga. Namun setelah dilakukan survei awal terkait identifikasi lokasi serta pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis, Desa Poto Tano ditetapkan sebagai lokasi utama, sementara Desa Labuhan Lalar menjadi lokasi penyangga,” ujar Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., MM. beberapa waktu lalu.
Agus menjelaskan, tim survei topografi akan segera turun ke lapangan melakukan kajian lanjutan di Desa Poto Tano. Namun jadwal pasti pelaksanaan survei tahap kedua masih dalam proses koordinasi antara tim dan Dinas Perikanan KSB.
“Tim topografi sudah berkomunikasi dengan Dinas Perikanan, namun untuk jadwal survei kedua ke lokasi masih belum ditentukan,” jelasnya.
Hasil survei topografi menjadi pijakan utama dalam penyusunan desain teknis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Poto Tano. Ketepatan data topografi akan menentukan kualitas perencanaan dan efektivitas pembangunan infrastruktur nelayan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Desa Labuhan Lalar sebagai lokasi penyangga menghadapi kendala teknis yang membutuhkan penanganan khusus. Area yang diusulkan berada di wilayah pasang surut sehingga memerlukan izin pemanfaatan ruang laut dari otoritas terkait.
“Untuk Labuhan Lalar, karena lokasinya berada di wilayah pasang surut, diperlukan izin pemanfaatan ruang laut. Kami akan berkoordinasi dengan BKPRL di Makassar untuk mendapatkan justifikasi serta rekomendasi izin KPRL. Proses ini sedang kami urus,” terang Agus.
Proses perizinan ruang laut untuk Labuhan Lalar membutuhkan koordinasi intensif dengan Balai Kawasan Pesisir dan Ruang Laut (BKPRL) di Makassar. Diskan KSB memastikan proses ini berjalan paralel dengan tahapan survei di Poto Tano agar tidak menghambat realisasi program di kedua desa.
Agus berharap seluruh proses administrasi dan teknis berjalan lancar sehingga kedua desa bisa segera menyandang status resmi sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini dinilai strategis dalam mendorong kesejahteraan nelayan lokal dan penguatan sektor perikanan KSB secara menyeluruh.
“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar Desa Poto Tano dan Desa Labuhan Lalar sama-sama bisa terwujud sebagai Kampung Nelayan Merah Putih,” tutup Agus. (M-03)
