Brida KSB Siapkan 40 Demplot Tanaman Kurma di Komplek Masjid Agung

Taliwang, MediaKSB, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan penanaman 40 batang demplot tanaman kurma di kompleks Masjid Agung Darussalam, KTC, KSB.
Kepala BRIDA KSB melalui Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indrajaya, M.Si., menyampaikan, keempat puluh bibit kurma tersebut terdiri atas 35 batang bibit betina dan 5 batang bibit jantan. Komposisi ini disesuaikan dengan kebutuhan penyerbukan alami agar tanaman dapat berbuah optimal.
“Awalnya kami merencanakan 100 batang dengan komposisi 90 betina dan 10 jantan, namun karena ada pengurangan anggaran di APBD Perubahan, jumlahnya disesuaikan menjadi 40 batang,” ujarnya.
Indrajaya menjelaskan, pengurangan jumlah bibit turut memengaruhi keputusan memindahkan lokasi penanaman dari rencana semula di Poto Tano ke kompleks Masjid Agung Darussalam KSB. Lokasi baru ini dinilai lebih representatif karena luas area yang tersedia sesuai dengan jumlah bibit yang telah disesuaikan.
“Karena jumlah bibitnya berkurang, kami sesuaikan juga lokasi penanamannya ke kompleks Masjid Agung Darussalam. Titik tanam nantinya mengelilingi area masjid, termasuk di sekitar kolam,” jelasnya.
Indra menuturkan, bibit kurma yang digunakan merupakan hasil kultur jaringan yang telah melalui proses laboratorium, sehingga memiliki masa berbuah lebih cepat dibandingkan bibit konvensional. Bibit berusia dua setengah hingga tiga tahun ini diproyeksikan mulai berbuah dalam waktu relatif singkat, dengan pendampingan konsultan dari Provinsi.
“Bibit ini bukan kurma biasa, tapi hasil kultur jaringan yang usia berbuahnya jauh lebih pendek. Kami sengaja memilih bibit berumur dua setengah hingga tiga tahun agar hasilnya bisa segera dinikmati,” tuturnya.
Indrajaya menambahkan, pemilihan lokasi demplot di lingkungan masjid juga didasari sejumlah pertimbangan ilmiah, di antaranya kemampuan pohon kurma menurunkan suhu mikroklimat, menyerap karbon dan polutan udara, menjaga kelembaban tanah, meningkatkan keanekaragaman hayati, memberikan nilai ekonomi jangka panjang, serta memperkuat nilai spiritual dan edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke masjid.
“Penanaman kurma di lingkungan masjid bukan sekadar penghijauan, tapi juga punya manfaat ekologis dan nilai edukatif bagi jemaah maupun masyarakat umum,” katanya.
BRIDA KSB berencana menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika serta media untuk menyosialisasikan program demplot ini kepada masyarakat luas. Pertemuan lanjutan dengan pengurus Masjid Agung Darussalam turut disiapkan guna memastikan kesiapan teknis penanaman dan penjualan berjalan sesuai jadwal. (M-02)
