Kades Mantar: Warga Butuh Pasokan Air Bersih

Poto Tano, MediaKSB, – Kepala Desa (Kades) Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Asmono, mengungkapkan kondisi warga Mantar saat ini sangat membutuhkan tambahan pasokan air bersih seiring berlangsungnya musim kemarau.
“Saat ini memang masyarakat Mantar lagi membutuhkan pasokan air bersih seiring dengan musim kemarau ini, untuk kebutuhan sehari-hari saat ini masih stabil,” ujar Asmono, Minggu (13/9).
Asmono menjelaskan, kebutuhan air bersih yang dimaksud lebih banyak terkait dengan aktivitas pertanian warga, mengingat sebagian besar penduduk Desa Mantar menggantungkan mata pencarian pada sektor pertanian. Musim kemarau yang tengah berlangsung membuat sumber air untuk mengairi lahan pertanian menjadi lebih terbatas dibanding kebutuhan air untuk rumah tangga.
Kondisi tersebut membuat sejumlah petani di Desa Mantar harus lebih cermat mengatur pemanfaatan air yang tersedia, terutama untuk menjaga lahan pertanian tetap dapat diolah di tengah keterbatasan pasokan selama musim kemarau berlangsung.
Meski demikian, Asmono menegaskan kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari warga, seperti untuk memasak, mandi, dan mencuci, masih dapat terpenuhi dan belum menunjukkan tanda-tanda krisis.
Desa Mantar sendiri dikenal sebagai salah satu desa di dataran tinggi Kecamatan Poto Tano yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Kondisi geografis desa yang berada di ketinggian turut memengaruhi ketersediaan sumber air, khususnya saat memasuki musim kemarau seperti saat ini.
Asmono menjelaskan, minimnya pasokan air untuk irigasi pada musim kemarau berpotensi memengaruhi aktivitas bercocok tanam warga, mengingat sektor pertanian menjadi salah satu tumpuan ekonomi utama masyarakat Desa Mantar.
“Kebutuhan air sangat krusial bagi warga, baik untuk keperluan rumah tangga maupun pertanian,” akunya.
Persoalan air bersih untuk kebutuhan pertanian ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Desa Mantar setiap kali memasuki musim kemarau, mengingat kondisi geografis desa yang berada di dataran tinggi membuat sumber air permukaan lebih terbatas dibanding wilayah dataran rendah lainnya di Kecamatan Poto Tano. (M-01)
