Kontribusi TKA ke Kas Daerah KSB Tembus Rp4,6 Miliar

Bagikan ke :
Foto: Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim.
Foto: Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim.

Taliwang, MediaKSB, – Kontribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) terhadap kas daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA) tahun 2025 tembus Rp4,6 miliar.

“Penerimaan tersebut berasal dari 224 TKA yang melakukan perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) ke Kementerian Ketenagakerjaan sepanjang tahun 2025,” ujar Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, Senin (14/9).

Dalam proses perpanjangan RPTKA, setiap TKA diwajibkan membayar DKPTKA yang masuk langsung ke kas daerah. Bukti pembayaran tersebut menjadi salah satu kelengkapan dokumen yang harus disertakan dalam pengajuan perpanjangan izin kerja ke kementerian.

“Penerimaan DKPTKA jadi sinyal positif dan ada potensi bertambah di 2026,” lanjutnya.

Kontribusi DKPTKA ini menjadi salah satu bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turut mendukung pembiayaan program prioritas daerah, termasuk pengembangan klaster-klaster dalam gerakan pembangunan terpadu KSB Maju Luar Biasa.

“Kapasitas fiskal daerah menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga keberlanjutan berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan,” papar Dedy.

Kepala Diskominfo juga menyampaikan, KSB Maju Luar Biasa sendiri dijalankan melalui tiga klaster utama, yakni klaster pariwisata, klaster pertanian, peternakan dan perikanan, serta klaster industri.

“Ketiga klaster tersebut dikembangkan secara terpadu untuk menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan daerah,” katanya.

Pada klaster pariwisata, pengembangan diarahkan melalui pariwisata investasi dan pariwisata kerakyatan, sementara klaster pertanian, peternakan dan perikanan mencakup penangkaran benih padi, agribisnis peternakan sapi, serta budidaya perikanan. Berbagai program tersebut diarahkan agar potensi lokal tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Pada klaster industri, pengembangan diarahkan pada hilirisasi dan penguatan ketenagakerjaan. Hilirisasi mendorong hasil pertanian, peternakan, perikanan dan hortikultura diolah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi, mulai dari produksi hingga pemasaran. Sementara industri ketenagakerjaan diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia lewat pelatihan vokasional, sertifikasi kompetensi, hingga revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK).

Dengan kontribusi DKPTKA yang terus menunjukkan tren positif, penerimaan dari sektor ini diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pembiayaan program-program prioritas KSB Maju Luar Biasa, khususnya dalam mendukung pengembangan industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia ketenagakerjaan di Sumbawa Barat. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *