Diskoperindag KSB Latih 30 Pelaku Usaha Jadi Barista

TALIWANG, MEDIAKSB – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melatih 30 pelaku usaha pemula menjadi barista profesional. Pelatihan berlangsung selama empat hari sejak Selasa, (29/09) hingga Jumat, (02/10).
Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman mengatakan, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan sudah memiliki usaha kecil sebelumnya. Sebagian besar menjalankan warung, sementara lainnya mengelola kedai kecil berbentuk kontainer.
“Pesertanya ada 30 orang. Mereka ini sudah punya usaha warung kecil-kecilan, ada juga yang pakai kontainer kecil-kecil,” ujarnya.
Suryaman menjelaskan, peserta mengikuti pelatihan secara perorangan. Pelatihan barista juga menjadi pelatihan terakhir Diskoperindag tahun ini. “Harapan kami semua pengusaha kopi ini nantinya bisa lebih naik daun, naik kelas,” tuturnya.
Tidak berhenti pada pelatihan pembuatan kopi, para peserta pelatihan barista juga akan dilibatkan dalam Pameran Pembangunan Sumbawa Barat mendatang. Diskoperindag KSB telah menyiapkan 20 tenda untuk pelaku usaha untuk ajang Pameran Pembangunan.
“Kapasitasnya dua hingga tiga pelaku UMKM dalam satu tenda. Mereka (peserta pelatihan) akan kita ajak nanti di stan Diskoperindag atau di stand UMKM,” kata Kepala Dinas.
Suryaman menyebut, sampai saat ini, pendaftar untuk mengisi stan UMKM pada untuk Pameran Pembangunan sudah mencapai 30 pelaku usaha. Pendaftaran dilakukan secara informal atau pelaku usaha datang ke kantor.
Selain di tingkat daerah, Diskoperindag juga akan membawa pelaku UMKM ke ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada Sabtu dan Minggu, 10-11 Oktober 2026. Rencananya, delapan UMKM akan diboyong ke empat stan, terdiri atas tiga stan sewaan dan satu stan gratis dari provinsi.
“Jumlah UMKM sebenarnya ingin ditambah, namun bergantung pada ketersediaan anggaran. Kita yang membayar nanti, stannya juga dinas yang bayar, termasuk transportasi juga kita,” tegasnya.
Diskoperindag KSB sebelumnya juga telah menuntaskan pelatihan Desa Berdaya untuk Kelurahan Telaga Bertong dan Desa Seteluk Tengah. Pelatihan selama tiga hari tersebut diikuti 64 peserta, masing-masing 32 orang dari setiap desa.
Program Desa Berdaya merupakan program Pemerintah Provinsi NTB. Peserta dari kelompok desil 1 mendapatkan bantuan modal sebesar Rp7 juta per orang. Selain UMKM, program tersebut juga mencakup bidang perikanan dan peternakan yang ditangani secara terpisah.
“Kita melatih bagaimana cara berbisnis untuk UMKM di setiap desa, bagaimana menggali potensi desa itu,” tutupnya. (M-03)
