Provinsi Bebankan 73 Persen Target Investasi NTB ke KSB

TALIWANG, MEDIAKSB – Pemerintah Provinsi NTB membebankan 73,2 persen target realisasi investasi NTB tahun 2026 kepada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dari total target Rp64,83 triliun, KSB harus menanggung Rp47,47 triliun.
Penetapan tersebut tertuang dalam berita acara Forum Perangkat Daerah DPMPTSP Provinsi NTB tertanggal 7 April 2026. Target KSB hampir 12 kali lipat target Lombok Tengah sebesar Rp4 triliun, yang menempati urutan kedua.
Target sembilan kabupaten/kota lainnya jika digabungkan hanya Rp17,36 triliun. Kota Bima menerima target terkecil, yakni Rp550 miliar, disusul Kabupaten Bima sebesar Rp650 miliar.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, Mujiburrahman membenarkan target provinsi itu jauh melampaui target yang disusun kabupaten sendiri.
“Kalau dari target kabupaten, kita di angka 32 triliun sekian. Kalau dari provinsi 47 triliun. Jadi sebagian besar dari kita,” katanya.
Hingga triwulan III 2026, rekapitulasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) DPMPTSP KSB mencatat realisasi investasi Rp36,9 triliun. Capaian itu sudah melampaui target kabupaten dengan persentase 112,84 persen.
Namun terhadap target provinsi, capaian KSB baru sekitar 77 persen. KSB masih harus mengejar lebih dari Rp10 triliun pada triwulan IV, sementara realisasi triwulan III tercatat Rp10,96 triliun.
Porsi beban sebesar itu tidak lepas dari dominasi sektor tambang di KSB. Mujiburrahman mengakui sektor tersebut menjadi penyumbang utama investasi daerah.
“Dari tahun ke tahun, realisasi investasi kita memang 80 sampai 90 persen di tambang dan pengolahan, baru yang lain-lain,” ungkapnya.
Menurut Mujiburrahman, kinerja realisasi per triwulan tetap positif. Tantangannya kini berada pada pelaporan LKPM oleh pelaku usaha, sehingga DPMPTSP menggelar bimbingan teknis selama tiga hingga empat hari.
“Rata-rata memang ada ketidakpahaman, ada ketidaktahuan pelaku usaha terkait kewajiban LKPM ini,” tuturnya.
Selain mengejar kepatuhan laporan, DPMPTSP juga melirik sektor pariwisata untuk memperluas sumber investasi. Minat PMA di sektor ini meningkat, terutama di kawasan Jelenga dan Kertasari.
“Para investor menilai KSB sangat berpotensi jika dibandingkan Bali yang kini sudah mulai padat,” akunya.
Untuk meningkatkan iklim investasi di KSB, DPMPTSP bersama dinas teknis terkait, seperti Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup, berkomitmen menggelar pertemuan dengan calon investor sebelum proses pengajuan izin.
“Si investor merasa dihargai, diterima. Dari sisi internal dinas juga merasa dilibatkan lebih awal,” ucapnya. (M-01)
