Antisipasi Paceklik, DKP KSB Sudah Siapkan Bantuan Pangan Pemerintah

Taliwang, MediaKSB,- Terlambatnya musim tanam di beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), diperkirakan akan berimbas pada ketersediaan pangan bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Oleh karenanya pemerintah KSB melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mengambil langkah antisipatif dengan mempersiapkan bantuan pangan dengan bekerjasama dengan pemerintah pusat.
“Kalau memang akan terjadi peningkatan harga, seperti harga beras misalnya, kami persiapkan bantuan pangan pemerintah. Kerjasama dengan Badan Pangan Nasional ada bantuan pangan, terutama untuk masyarakat miskin,” ujar Ir M Amin Sudiono, MM selaku Kepada DKP KSB saat ditemui di kantornya, Senin 8/1.
Program bantuan pangan pemerintah diinisiasi langsung oleh pemerintah pusat dan merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi untuk mengatasi kelangkaan pangan secara nasional. “Tahun kemarin sudah dilaksanakan, dan untuk tahun ini dari Januari sampai bulan Juni mendatang,” ungkap Kadis.
Saat ditanya terkait bantuan yang diberikan, Dion sapaan akrabnya mengatakan, bantuan yang diberikan berupa beras 10 Kilogram (Kg) untuk masing-masing Kartu Keluarga (KK). “Setiap KK akan diberi tiap bulan, terkait data sudah kami siapkan,” katanya.
Menurut Dion, meskipun program bantuan pangan merupakan salah satu langkah antisipatif, bantuan tersebut akan tetap didistribusikan ke masyarakat. Sebab program bantuan pangan merupakan amanat langsung dari pusat. “Seiring sudah mulai hujan dan beberapa tempat sudah mulai melakukan kegiatan pertanian, bantuan akan tetap kami salurkan,” akunya.
Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Cadangan Pangan, Hikmatul Azmi menerangkan, jumlah penerima bantuan pangan di Sumbawa Barat berjumlah 13.450 KK. Penerima merupakan masyarakat miskin yang sudah terdata oleh pemerintah. “Jumlah awalnya ada sekitar 12.000 KK, namun setelah ada penambahan menjadi 13.450 KK,” terangnya. Pendistribusian akan mulai dilaksanakan setelah penentuan jadwal dan koordinasi dengan Bulog selesai dilaksanakan. “Kami akan kordinasi dahulu, semoga Januari sudah kita mulai,” jelas Kabid. (M-01)

