Artificial Intelligence: Berkah Atau Justru Bencana?

Bagikan ke :

Oleh: Rahmad Ramdhani, S.Kom (System Analyst di Vector Utama Indonesia, Sumbawa Barat)

Mengenal Artificial Intelligence

Artificial Intelligence atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut Kecerdasan Buatan, adalah teknologi yang membuat komputer bisa melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Ini artinya komputer bisa meniru kecerdasan manusia dan melakukan hal-hal seperti mengenal pola, memahami bahasa, hingga membuat keputusan. Singkatnya, Artificial Intelligence (selanjutnya kita sebut AI) adalah cara membuat mesin menjadi “cerdas” sehingga bisa membantu kita dalam berbagai aktivitas sehari-hari dengan cara yang lebih efisien dan cepat.

Pengembangan AI membutuhkan matematika, statistik hingga pemrograman komputer. Pemrograman komputer menjadi pondasi utama dalam pengembangan AI karena AI merujuk pada kemampuan komputer untuk meniru kecerdasan manusia, seperti belajar dari pengalaman, menangani tugas-tugas berulang, dan membuat keputusan berdasarkan data. Ini melibatkan penggunaan teknik-teknik seperti machine learning, pemrosesan bahasa alami, computer vision, dan algoritma cerdas lain yang dimanfaatkan AI untuk membangun aplikasi secara keseluruhan

AI sudah menjadi bahasan di seluruh dunia sejak lebih dari satu dekade lalu, bahkan nama-nama besar seperti Facebook dan YouTube sudah menerapkan AI di produk-produk mereka. Namun munculnya chat bot cerdas Chat GPT milik perusahaan teknologi Amerika, OpenAI, pada akhir 2022 benar-benar menggemparkan dunia tak terkecuali dunia teknologi. Hal ini berperan besar dalam melambungkan nama AI dan masyarakat semakin tertarik untuk mengetahui bahkan belajar tentang AI. Berikut kami rangkum dampak positif serta dampak negatif yang dibawa oleh kehadiran AI di tengah kehidupan umat manusia:

Dampak Positif

AI membawa banyak manfaat atau dampak positif bagi kehidupan, di antaranya: (1) Otomatisasi Tugas Rutin: AI bisa mengotomatisasi tugas-tugas rutin berulang yang mudah namun membuang banyak waktu, misalnya entri data. Manusia dapat berfokus pada tugas-tugas yang lebih kompleks sehingga efisiensi dan produktivitas juga meningkat. (2) Chat Bot dan Asisten Virtualchat bot seperti Chat GPT dan asisten virtual seperti Siri, Google Assistant, dan lainnya dapat merespon pertanyaan pengguna secara real-time, memberikan jawaban cepat dan efisien serta meningkatkan pengalaman pengguna. (3) Rekomendasi Personalisasi: AI menganalisis preferensi pengguna untuk memberikan rekomendasi produk yang sesuai sehingga pengguna dapat menemukan produk yang disukai tanpa banyak usaha. E-commerce Indonesia seperti Tokopedia dan Bukalapak sudah menggunakan AI di dalam aplikasinya. (4) Pemantauan dan Analisis Lingkungan: AI dapat memantau perubahan lingkungan dan memprediksi bencana alam, membantu dalam upaya konservasi dan mitigasi. Selain itu AI dapat membantu dalam manajemen sumber daya alam dengan mengoptimalkan penggunaan energi dan air, serta mengurangi limbah.

Dampak Negatif

Selain dampak positif, AI juga datang membawa dampak negatif, di antaranya: (1) Kecanduan Sosial Media: AI digunakan untuk mengoptimalkan pengaturan dan urutan konten agar lebih menarik, yang bisa membuat pengguna terus melakukan scroll tanpa sadar. Fenomena ini lebih tenar dengan sebutan “infinite scrolling”. Hal ini dapat menyebabkan kecanduan, di mana pengguna menghabiskan waktu yang tidak proporsional di media sosial. Kemudian hal ini berdampak ke gangguan produktivitas karena terus menunda. Lebih dalam lagi hal ini menyebabkan gangguan tidur hingga mengundang stress dan kecemasan. (2)Kehilangan Pekerjaan: AI dapat menggantikan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, terutama pekerjaan yang rutin dan berulang seperti yang disebutkan di poin pertama dari dampak positif AI di atas. Hal ini dapat menyebabkan pengangguran atau pergeseran besar dalam pasar tenaga kerja karena tenaga manusia tidak dibutuhkan lagi atau setidaknya kebutuhan akan tenaga manusia berkurang.(3) Manipulasi dan Disinformasi: AI dapat digunakan untuk membuat dan menyebarkan informasi palsu atau propaganda dengan cara yang sangat meyakinkan, seperti deep fakes yang sangat sulit diketahui benar atau salahnya, sehingga dapat mempengaruhi opini publik dan demokrasi di suatu negara maupun secara global. (4) Privasi dan Keamanan Data: AI memerlukan data dalam jumlah besar untuk belajar dan beroperasi, yang dapat menyebabkan pelanggaran privasi jika data pengguna dikumpulkan tanpa izin atau disalahgunakan. Selain itu sistem AI dapat menjadi target serangan siber. Jika diretas, data sensitif bisa dicuri atau dimanipulasi sehingga pengguna yang kemudian akan dirugikan.

Kesimpulan

Setiap hal baru yang hadir di suatu era, dalam hal ini teknologi, masing-masing membawa dampak positif yang menguntungkan dan juga dampak negatif yang merugikan dan mengancam kehidupan umat manusia ke depan. AI saat ini sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan kita. Hampir setiap hari dan kadang tanpa sadar bahwa kita sedang menggunakan media dimana AI memberikan segudang kemudahan untuk hidup kita. Saat ini kita masih lebih banyak menikmati manfaat atau dampak positif dari AI.

Sesuai dengan judul tulisan ini yang mempertanyakan kehadiran AI, kita bisa saja ada di posisi yang mendapat berkah dari kehadiran AI dan sebaliknya ada di posisi yang mendapat bencana dari kehadirannya, namun semua kembali kepada masing-masing individu. Kita harus jeli memanfaatkan sebaik-baiknya dampak positif yang dibawa AI untuk efisiensi, percepatan, dan kemudahan hidup kita. Di lain sisi, meluangkan waktu untuk mempelajari atau mencari tahu tentang dampak negatif yang dibawa AI tentu dibutuhkan agar kita dan generasi selanjutnya tidak menjadi korban yang dirugikan dengan hadirnya AI. (M-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *