BRIDA Bantah KSB Terancam Dikeluarkan dari OGP

Bagikan ke :
Foto: Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indrajaya, M.Si.
Foto: Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indrajaya, M.Si.

Taliwang, MediaKSB, – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membantah isu ancaman eliminasi keanggotaan KSB dari Open Government Partnership (OGP) Local. Klarifikasi ini disampaikan menyusul kabar yang diembuskan salah satu Point of Contact (PoC) OGP KSB terkait persoalan komunikasi dan koordinasi di tingkat daerah.

Kepala BRIDA KSB melalui Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Indrajaya, M.Si., membenarkan adanya riak informasi mengenai ancaman eliminasi tersebut. Indra meluruskan bahwa akar masalahnya terletak pada komunikasi yang terputus dengan unsur Organisasi Masyarakat Sipil (CSO), bukan pada komitmen pemerintah daerah.

“Kami mengakui ada informasi terkait hal itu. Namun, yang terjadi sebenarnya adalah adanya komunikasi yang terputus antara kontak personil dari unsur CSO dengan pihak terkait,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

Indrajaya menyebut unsur CSO yang dimaksud bersama lembaga Legitimit telah terlibat dalam program OGP sejak tahun 2021. Komunikasi yang terputus dengan kontak personil dari unsur tersebut, menurutnya, menjadi pemicu utama munculnya kabar ancaman eliminasi.

Sebelumnya, PoC OGP KSB Benny Tanaya menuding pemerintah daerah kurang serius merespons permintaan Sekretariat OGP Local Summit. Benny menyebut persoalan mencakup rencana aksi hingga 2029 serta komitmen kepala daerah yang dinilai terabaikan.

“Ada masalah komunikasi, komitmen, dan koordinasi yang terputus. Pemda dinilai tidak serius merespons permintaan sekretariat terkait rencana aksi hingga tahun 2029, komitmen kepala daerah, serta beberapa hal administratif lainnya,” ungkapnya dikutip dari beberapa sumber.

Indrajaya membantah tudingan melemahnya komitmen kepala daerah. Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah telah melayangkan surat pernyataan resmi bernomor 000.4.7.3/114/BRIDA/2026 tertanggal 30 Maret 2026 kepada Sekretariat Nasional OGP di Jakarta, yang menegaskan komitmen KSB tetap aktif sebagai anggota OGP.

Indrajaya menambahkan, rencana aksi lima tahunan juga telah disampaikan pihaknya kepada Sekretariat Nasional OGP di Bappenas. Indrajaya mengungkapkan Seknas menyatakan belum ada kejelasan agenda pasti OGP untuk tingkat lokal, Asia Pasifik, maupun global.

“Sampai detik ini, belum ada pemberitahuan atau surat resmi apa pun terkait status eliminasi keanggotaan KSB, baik dari OGP Global maupun Open Government Indonesia (OGI),” tegas Indrajaya.

BRIDA KSB menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang berkontribusi membawa inovasi unggulan KSB ke panggung dunia melalui platform OGP. Pihaknya juga berharap Open Government Indonesia (OGI) di tingkat pusat tampil lebih agresif merangkul lebih banyak daerah.

“Kita hidup di era yang terbuka. Kami berharap OGI lebih agresif mendorong daerah lain dengan aneka inovasi unggulan terbaiknya,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *