Brida KSB Pastikan Menggelar Lagi Lomba Karya Tulis Ilmiah

Taliwang, MediaKSB,- Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) memastikan, jika akan kembali menggelar lomba karya tulis ilmiah, karena lomba dimaksud bertujuan untuk merangsang pengembangan riset di daerah.
“Lomba karya ilmiah termasuk kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan pemerintah KSB. Untuk tahun ini tetap juga ada kategori masyarakat umum, termasuk pelajar dan mahasiswa,” aku Dedy Damhudy M Khatib M.Si selaku sekretaris Brida saat dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu.
Masih keterangan Dedy sapaan akrabnya, Brida sebagai badan yang menunjang pertumbuhan dan pengembangan riset serta inovasi, menganggap lomba karya tulis ilmiah menjadi sangat penting dalam mengajak semua komponen untuk berpikir positif, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan.
Terkait dengan riset ilmiah, Dedy sapaan akrabnya menjelaskan, jika untuk saat ini pengadaan riset dilakukan dengan metode kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah. Termasuk dengan dosen dan mahasiswa yang telah memiliki ide atau konsep penelitian. Namun bantuan yang diberikan bukan berupa pendanaan.
“Untuk riset ilmiah, kita hanya memberikan rekomendasi saja, bukan berupa pendanaan, jadi jika ada mahasiswa yang ingin melakukan riset di Sumbawa Barat harus ada surat rekomendasi dari Brida,” paparnya.
Dedy menekankan, riset tidak boleh dilakukan semena-mena, yang artinya harus melalui mekanisme yang jelas. Peneliti harus mengantongi izin dan rekomendasi yang resmi dari pemerintah daerah. “Kalau di daerah harus melalui Kesbangpol dulu, setelah itu baru ke Brida. Dari situ kita bisa menilai penelitian yang dilakukan layak atau tidak,” pungkasnya.
Hal penting yang disampaikan Dedy, pengembangan riset dan inovasi juga bisa dilakukan melalui karya ilmiah. Hasil tulisan yang memuat ide-ide baru juga dapat direalisasikan untuk mengembangkan daerah. “Tidak hanya melalui riset, karya ilmiah manfaatnya juga banyak. Seperti SMP 6 yang sudah bisa mengolah sampah organik hingga jadi pupuk kompos dari hasil karya ilmiah,” ujarnya.
Masih keterangan Deddy, harus ada pendampingan dan pengembangan yang serius dari hasil karya ilmiah terbaik. Hanya melalui pengembangan dan tindak lanjut yang serius, sebuah karya baru dapat dirasakan manfaatnya.
“Kalau hanya sebatas lomba itu kurang optimal, harus ada pengembangannya. Kalau dibiarkan bisa jadi hanya berupa tulisan saja. Salah satu yang bisa dilakukan adalah pendampingan hingga memperoleh investor dan hak cipta,” imbuhnya. (M-01)

