Diskan KSB Kembangkan Kampung Budidaya Nila Salin di Dasan Anyar

Bagikan ke :
Foto: Kepala Diskan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.Si.
Foto: Kepala Diskan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.Si.

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mengembangkan budidaya ikan Nila Salin di kawasan seluas delapan hektar di Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh.

Kawasan ini digadang akan menjadi Kampung Budidaya Nila Salin pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta sebagai brand unggulan KSB dalam sektor perikanan darat.

Kepala Diskan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.Si., menegaskan program ini merupakan bagian dari visi besar Bupati dan Wakil Bupati KSB dalam program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. “Kami dari Diskan KSB akan berupaya mengembangkan budidaya Nila Salin atau Nila Air Asin di Dasan Anyar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Agus menjelaskan, Nila Salin merupakan varietas ikan nila yang mampu hidup dan tumbuh di perairan berkadar garam tinggi. Tekstur dan rasanya berbeda dengan nila air tawar, sehingga memiliki nilai jual dan daya tarik pasar tersendiri.

Keyakinan Agus terhadap program ini bukan tanpa dasar. Agus telah membuktikan keberhasilan budidaya Nila Salin melalui pengalaman panjang selama bertahun-tahun. “Saya pribadi sudah mencoba di tiga periode dan ini akan menjadi modal kami di sini. Ada kawasan delapan hektar yang sudah siap dikembangkan,” jelasnya.

Agus menargetkan kawasan budidaya ini segera memiliki identitas resmi sebagai destinasi perikanan unggulan daerah. “Program ini kita beri nama Kampung Budidaya Nila Salin Desa Dasan Anyar Sumbawa Barat,” bebernya.

Agus menyebut program ini berpotensi menjadi brand perikanan yang membedakan KSB dari daerah lain di Indonesia. “Ini akan menjadi brand untuk Sumbawa Barat karena saya pikir tidak ada di tempat lain,” tegasnya.

Pengembangan Nila Salin menjawab persoalan nyata yang selama ini membelit sektor pangan KSB khususnya terkait kebutuhan konsumsi ikan masyarakat. Diskan KSB mencatat konsumsi ikan masyarakat KSB tertinggi di NTB, namun produksi ikan lokal masih jauh dari kata mencukupi.

“Untuk pasarnya, kita di KSB ini adalah konsumsi ikan tertinggi di NTB, namun produksi ikan di KSB masih jauh lebih kecil dari kebutuhan konsumsi masyarakat. Jadi untuk memenuhi itu kami masih mengambil dari luar,” kata Agus.

Ketergantungan pasokan ikan dari luar daerah menjadi peluang besar sekaligus tantangan yang ingin dijawab Diskan KSB melalui program ini. Kampung Budidaya Nila Salin Dasan Anyar dirancang menjadi solusi konkrit ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Ini peluang kami dari Diskan, khususnya produksi perikanan darat, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan ini coba kita push lewat program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa,” tegasnya.

Masih keterangan Agus, Diskan KSB tidak hanya fokus pada Nila Salin. Kadis memastikan budidaya nila air tawar yang sudah berkembang di masyarakat juga akan terus dimaksimalkan secara paralel. “Di samping nila-nila air tawar yang ada di masyarakat, juga kita lakukan pemaksimalan budidayanya,” tutupnya. (M-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *