Cegah Kecurangan, Pilkades KSB Mulai Uji Coba E-Voting

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Uji coba E-Voting di desa Goa, Kecamatan Jereweh, Selasa (13/10/2026) (Foto: DPMD KSB)
MEDIAKSB – Uji coba E-Voting di desa Goa, Kecamatan Jereweh, Selasa (13/10/2026) (Foto: DPMD KSB)

JEREWEH, MEDIAKSB – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menguji coba sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, memimpin langsung simulasi tersebut di Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Selasa (13/10/2026).

Simulasi ini menjadi bagian dari persiapan Pilkades Serentak yang akan digelar di 21 desa se-Sumbawa Barat. Desa Goa ditetapkan sebagai percontohan bagi desa lain yang siap menggelar Pilkades secara elektronik.

Haji Amar, sapaan akrab Bupati menegaskan, sistem digital tersebut didorong untuk memperkuat integritas pemilihan di tingkat desa. Bupati menilai teknologi mampu menutup celah kecurangan yang kerap muncul dalam pemungutan suara manual.

“Sistem e-voting ini kita dorong untuk memangkas potensi kecurangan, mempercepat rekapitulasi, dan menjamin Pilkades berjalan jujur serta adil,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, Haji Amar mengikuti seluruh alur simulasi secara rinci. Tahapannya dimulai dari verifikasi e-KTP, pemilihan di bilik suara digital, hingga rekapitulasi perolehan suara secara otomatis.

Bupati juga memeriksa kesiapan Tenaga Tim Teknis Utama dan Tenaga Teknis Lapangan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Goa. Para petugas tersebut menangani pemasangan dan persiapan perangkat sejak awal kegiatan.

Simulasi berlangsung lancar dalam dua sesi. Seluruh calon kepala desa dan warga dapat menguji langsung perangkat e-voting dan memastikan mekanismenya bekerja dengan baik.

Sistem tersebut dirancang untuk mencegah pemilih ganda, meminimalkan risiko manipulasi, serta menekan jumlah surat suara tidak sah. Hasil penghitungan suara pun dapat keluar dalam hitungan menit tanpa proses manual yang memakan waktu lama.

Kecepatan dan ketepatan data itu diharapkan mampu meredam potensi konflik antarpendukung setelah pemungutan suara. Karena itu, keberhasilan simulasi di Desa Goa akan dijadikan acuan. “Desa Goa kita jadikan percontohan,” tegas Bupati.

Meski demikian, Haji Amar mengingatkan pentingnya edukasi masif kepada masyarakat. Pemahaman teknis dinilai krusial, terutama bagi pemilih lansia dan pemilih pemula, agar tidak mengalami kendala saat hari pemungutan suara.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim menyampaikan, warga menunjukkan antusiasme tinggi selama simulasi. “Panitia juga telah menyiagakan perangkat digital, jaringan internet, dan petugas teknis terlatih,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dikawal Camat Jereweh, jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, serta panitia Pilkades setempat. DPMD KSB terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *