Damkarmat KSB Minta Warga Tidak Ganggu Proses Pemadaman

Bagikan ke :
Foto: Pemadaman kebakaran, Damkarmat KSB (dok. Damkarmat KSB)
Foto: Pemadaman kebakaran, Damkarmat KSB (dok. Damkarmat KSB)

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau masyarakat untuk tidak menghalangi proses pemadaman kebakaran, mulai dari parkir sembarangan hingga ikut campur dalam penanganan di lokasi kejadian. 

Kepala Damkarmat KSB Drs. H. Abdul Razak mengatakan, proses pemadaman kerap terhambat oleh perilaku warga di lokasi kejadian, mulai dari kendaraan yang diparkir sembarangan hingga masyarakat yang ikut memberi komando kepada petugas saat penanganan berlangsung.

“Mohon hindari ikut campur, memberi komando, atau berkomentar yang dapat mengganggu konsentrasi dan koordinasi tim di lapangan. Biarkan petugas bekerja sesuai prosedur keselamatan yang telah dilatih,” ujarnya, Rabu (02/9).

Razak menyebut, parkir liar menjadi salah satu hambatan terbesar yang kerap memperlambat kedatangan mobil pemadam ke lokasi kebakaran, terutama di jalan-jalan sempit maupun kawasan permukiman padat penduduk.

“Jangan memarkir kendaraan sembarangan, terutama di bahu jalan sempit atau depan rumah. Parkir liar adalah hambatan terbesar yang memperlambat kedatangan mobil pemadam,” akunya.

Selain itu, Razak juga meminta warga yang memasang instalasi TV kabel maupun jaringan listrik rumahan untuk menata kabelnya secara rapi agar tidak melintang dan mengganggu jalur mobil pemadam menuju lokasi kejadian.

“Kabel yang melintang sering kali menyangkut di tangga atau bodi mobil pemadam, menyebabkan kerusakan alat dan keterlambatan penanganan,” jelasnya.

Razak menuturkan, berbagai kendala tersebut turut memengaruhi efektivitas respons petugas di lapangan, meski rata-rata waktu respons Damkarmat KSB saat ini sudah mencapai 9,5 menit, jauh di bawah standar operasional prosedur (SOP) maksimal 15 menit.

Razak menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Damkarmat KSB dibangun melalui kerja nyata di lapangan, sehingga dukungan warga menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan setiap kejadian kebakaran.

“Musibah di Desa Tepas menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Razak berharap sinergi antara petugas dan masyarakat dapat semakin terjalin, sehingga penanganan kebakaran di Sumbawa Barat dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efektif ke depannya.

“Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh masyarakat Sumbawa Barat dalam mendukung tugas penanggulangan kebakaran selama ini,” pungkasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *