Dukcapil KSB: IKD Dapat Cegah Pemalsuan Identitas

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyebut Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai solusi mencegah pemalsuan dan penyalahgunaan data kependudukan.
Hal ini disampaikan seiring perluasan pelayanan aktivasi IKD dengan sistem jemput bola ke sekolah, instansi pemerintah, lembaga vertikal, hingga pemerintahan desa di seluruh wilayah Sumbawa Barat.
Kepala Dukcapil KSB, Ferial mengatakan, sistem identitas digital dinilai jauh lebih aman dibanding KTP elektronik (KTP-el) fisik karena terhubung langsung dengan sistem kependudukan secara real time. Ferial menyebut penggunaan IKD dapat mencegah praktik pemalsuan data maupun peminjaman KTP kepada orang lain yang selama ini kerap terjadi di masyarakat.
“Digital ini lebih aman, mencegah terjadinya pemalsuan, penyalahgunaan data, atau pinjam-meminjam KTP. Itu tidak bisa terjadi kalau sudah KTP digital,” ujarnya, Senin (31/8).
Untuk mempercepat peralihan menuju identitas digital yang lebih aman, Dukcapil KSB gencar melakukan jemput bola ke sejumlah sasaran prioritas. Hingga Agustus 2026, aktivasi IKD pada ASN, lembaga vertikal, pelajar SLTA sederajat, dan pemerintahan desa mencapai 2,69 persen.
“Sekarang kami turun ke semua SMA yang sudah wajib KTP, umur 17 tahun. Sama dinas-dinas vertikal dan dinas Pemda. Kita kejar itu supaya peralihan KTP digital segera terwujud,” akunya.
Ferial menjelaskan proses aktivasi IKD tergolong cepat dan hanya membutuhkan telepon pintar. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi IKD melalui Play Store, kemudian melakukan aktivasi dengan pendampingan petugas Dukcapil.
“Hitungan menit selesai, asal bawa HP. Aplikasinya bisa diunduh di Play Store, tapi aktivasinya di sini. Setelah diaktivasi baru bisa dipakai,” jelasnya.
Dukcapil KSB menargetkan lonjakan capaian aktivasi IKD dari sasaran awal 6,4 persen menjadi 30 persen. Target tersebut dikejar seiring peluang daerah memperoleh penghargaan atas kinerja aktivasi IKD tertinggi.
“Awalnya 6,4 persen, tapi kita naikkan jadi 30 persen untuk mengejar award. Targetnya 30 persen ke atas,” akunya.
Secara nasional, jumlah pengguna yang telah mengaktivasi IKD tercatat sekitar 19,35 juta orang dari target 50 juta pengguna. Meski digitalisasi identitas terus diperluas, Ferial memastikan KTP-el fisik tidak serta-merta dihapuskan, terutama bagi kelompok lanjut usia.
“Lansia tidak apa-apa tetap pakai KTP-el. KTP itu tidak serta-merta dibilang hilang. Kita mengantisipasi itu,” ujarnya.
Dukcapil KSB berharap keamanan data yang ditawarkan IKD dapat mendorong semakin banyak masyarakat beralih dari identitas konvensional menuju identitas digital secara sukarela. (M-02)
