Damkarmat KSB Target Bangun Pos Pemadam di Setiap Kecamatan

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Kepala Dinas Damkarmat KSB, Abdul Rozak, Senin (05/10/2026) (Foto: Imam Fauzan)
MEDIAKSB – Kepala Dinas Damkarmat KSB, Abdul Rozak, Senin (05/10/2026) (Foto: Imam Fauzan)

TALIWANG, MEDIAKSB – Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan pos sektor pemadam berdiri di setiap kecamatan untuk mempercepat waktu respons petugas.

Kepala Dinas Damkarmat KSB, Abdul Rozak, menjelaskan keberadaan pos pemadam di setiap kecamatan sudah diatur dalam peraturan bupati (Perbup). “Jadi memang di Perbup kita, di setiap kecamatan akan ada pos pemadam untuk mempercepat respon time kita,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (05/10/2026). 

Rozak merinci, satu pos sektor di Kecamatan Poto Tano masuk dalam APBD Perubahan 2026, sedangkan tambahan pos di Brang Rea lebih dulu dianggarkan lewat APBD murni.

“Saat ini, yang sudah ada di Kecamatan Jereweh dan Seteluk. Jadi total sudah ada empat pos sektor pemadam,” rincinya.

Penambahan pos berkaitan dengan waktu respons petugas Damkarmat saat menangani kejadian kebakaran dan pelayanan keselamatan masyarakat. Rozak menegaskan, capaian waktu respons saat ini ingin dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

“Saat ini respon time kita sudah di angka 15 menit. Ini yang kita pertahankan dan akan kita tingkatkan,” tuturnya.

Untuk tahap berikutnya, Damkarmat mengusulkan pembangunan pos sektor di wilayah Sekongkang. Usulan itu berangkat dari masukan anggota dewan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III, dengan pertimbangan jarak yang cukup jauh. Usulan anggarannya masih menunggu persetujuan.

“Untuk tahun 2027, kita sudah anggarkan untuk wilayah Sekongkang. Semoga bisa disetujui,” ujarnya.

Selama ini, penanganan kebakaran untuk wilayah Maluk dan Sekongkang masiih mendapat bantuan pemadam dari AMMAN. Rozak menegaskan, daerah tidak bisa terus bergantung pada bantuan perusahaan dan perlu memiliki pos sendiri.

Rozak mengakui, meski jumlah pos bertambah, belum semua pos sektor bisa dilengkapi armada pemadam. Rozak juga mengaku, pengadaan armada tidak bisa dianggarkan bersamaan dengan pembangunan pos.

” Tapi kita tetap ajukan untuk setiap pos harus ada armadanya. Kita ajukan bertahap setelah posnya ada. Kalau setiap kecamatan ada, kita dapat meningkatkan pelayanan dan operasi tanggap darurat dengan lebih maksimal,” tutup Rozak. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *