Desa Bukit Damai Usulkan Pembangunan Sarana Olahraga Terpadu

Maluk, MediaKSB, – Pemerintah Desa Bukit Damai Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengusulkan pembangunan fasilitas sarana olahraga lengkap di untuk menunjang Pendapatan Asli Desa (PADes). Usulan ini disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk rencana kerja tahun 2026.
Kepala Desa Bukit Damai, Suwardi, S.P, memproyeksikan fasilitas tersebut akan terpusat di area gedung serbaguna desa setempat guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan publik.
“Untuk menunjang PADes saya mengusulkan pembangunan sarana atau fasilitas olahraga lengkap di Kecamatan Maluk,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (07/4).
Suwardi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah KSB atas realisasi usulan pembangunan tahun 2025. Pada tahun anggaran 2026 ini, dua pekerjaan fisik utama dipastikan masuk ke Desa Bukit Damai sebagai tindak lanjut usulan 2025.
“Proyek tersebut meliputi pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) HI serta perbaikan drainase di lingkungan SD Bukit Damai. Kami sampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Realisasi proyek fisik ini menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan kabupaten dalam membangun infrastruktur pendidikan. Suwardi menilai, sarana drainase dan gedung sekolah yang layak akan meningkatkan kenyamanan belajar anak-anak di desa.
“Selain sarana belajar, perlu juga inovasi baru untuk memperkuat kemandirian finansial desa. Salah satunya melalui sektor olahraga dan penyewaan fasilitas,” imbuh Kades.
Menurut Suwardi, keberadaan fasilitas olahraga yang mumpuni tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan desa. Masyarakat dari luar desa pun nantinya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sistem pengelolaan yang profesional.
Investasi pada sarana olahraga ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal di sekitar kawasan gedung serbaguna tersebut. Pemerinta desa berkomitmen mengawal usulan ini agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah pada tahun depan.
“Saya percaya, kemandirian desa sangat bergantung pada keberanian dalam mengusulkan infrastruktur produktif yang memiliki nilai ekonomi. Usulan ini sejalan dengan visi daerah dalam memperkuat sektor pariwisata dan olahraga di wilayah lingkar tambang,” pungkasnya. (M-02)
