Desa Senayan Jadi Satu-satunya Desa Informatif di Pulau Sumbawa

Poto Tano, MediaKSB, – Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat Desa Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik NTB 2025. Dengan nilai 96,40, Desa Senayan menjadi satu-satunya desa di Pulau Sumbawa yang berhasil meraih predikat tersebut tahun ini.

Kepala Desa Senayan, H. Junaidi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen pemerintah desa dalam membangun tata kelola informasi publik yang terbuka dan dapat diakses masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi telah menjadi prinsip dasar dalam pelayanan pemerintahan desa.

“Kami berupaya agar setiap kebijakan, program, dan penggunaan anggaran desa bisa diketahui masyarakat. Informasi itu hak warga, bukan milik pemerintah desa,” kata Junaidi.

Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Senayan secara konsisten menyediakan informasi publik melalui berbagai media, baik papan informasi desa, pelayanan langsung di kantor desa, maupun pemanfaatan platform digital. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat mudah memperoleh informasi tanpa hambatan birokrasi.

Menurut Junaidi, keterbukaan informasi juga berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Warga menjadi lebih aktif terlibat dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan desa.

“Ketika informasi terbuka, masyarakat ikut mengawasi. Itu membuat kami di pemerintah desa bekerja lebih hati-hati dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, predikat Desa Informatif bukan tujuan akhir, melainkan pengingat agar pemerintah desa terus menjaga kualitas layanan informasi. Tantangan ke depan, kata dia, adalah memastikan informasi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya dinilai informatif secara administratif. Yang lebih penting, masyarakat merasakan manfaat dari keterbukaan itu,” tegas Junaidi.

Ke depan, Pemerintah Desa Senayan berkomitmen meningkatkan literasi informasi warga serta memperkuat pemanfaatan teknologi digital desa. Junaidi berharap capaian Desa Senayan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa Barat maupun wilayah Pulau Sumbawa.

“Kami siap berbagi pengalaman. Kalau desa bisa terbuka dan informatif, pembangunan akan lebih sehat dan partisipatif,” pungkasnya. (M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *