Dihadapan Para Santri, Bupati KSB Bicara Soal Nilai Perjuangan

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajak para santri untuk ambil bagian dalam mempercepat pembangunan daerah, karena santri pembentukan negara Indonesia dan otonomi Bumi Pariri Lema Bariri tidak terlepas dari peran dan perjuangan pondok pesantren bersama para santinya.

Peringatan hari santri nasional tahun 2023 harus dijadikan momentum mengoreksi diri dan mengenang perjuangan yang telah dilakukan, sehingga bisa terus berkontribusi untuk kemajuan daerah ini. “Hari Santri merupakan momentum bersejarah bagi kita masyarakat KSB dan seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

H Firin sapaan akrab Bupati KSB juga menambahkan, Hari Santri merupakan peringatan bersejarah yang mengingatkan kita semua tentang perjuangan dan peran besar dari para santri dan kyai serta para ulama kita dalam membebaskan Indonesia dari penjajah. “Hari Santri mengingatkan kita tentang perjuangan santri, kyai dan ulama pendahulu kita dalam mengusir penjajah,” imbuhnya.

H Firin menceritakan sejarah pengusiran penjajah yang dilakukan oleh kalangan santri, karena memang tindakan perlawanan terhadap musuh termasuk bentuk ajaran Rasulullah. “Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, maka memperjuangkan tanah air adalah bagian dari ibadah,” jelasnya

Dikesempatan itu H Firin juga menyinggung bentuk-bentuk jihad yang tertuang dalam tema besar Hari Santri Nasional 2023, yakni Jihad Santri Jayakan Negeri. Tema tersebut mengajarkan kita untuk meneladani semangat perjuangan santri untuk memajukan bangsa dan negara. Jihad yang dimaksud bukanlah peperangan fisik semata, melainkan perjuangan moral dan intelektual. “Jihad yang dimaksud bukan hanya peperangan fisik semata, namun perjuangan perbaikan moral dan intelektual,” terangnya.

H Firin menerangkan bentuk jihad yang pertama adalah perilaku ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu. Bentuk yang selanjutnya adalah jihad kemanusiaan yakni membantu sesama manusia terlebih kepada kelompok lemah. Dan yang terakhir adalah kontribusi positif demi kemajuan bangsa dan negara.

Melalui semangat Hari Santri, H Firin juga mengajak untuk saling menghargai atas perbedaan dan keragaman yang ada serta terus bekerjasama memajukan bangsa. “sebagai masyarakat pancasila, mari kita terus menghargai keragaman dan bekerjasama dalam semangat gotong royong,” ungkapnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *