Dishub KSB: 17 Pendaftar STTD Asal KSB Lolos Administrasi

Bagikan ke :
Foto: Sekretaris Dinas Perhubungan Sumbawa Barat, Syaifullah. (dok. Media KSB)
Foto: Sekretaris Dinas Perhubungan Sumbawa Barat, Syaifullah. (dok. Media KSB)

Taliwang, MediaKSB, – Sebanyak 17 pendaftar asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) lolos seleksi administrasi Seleksi Penerimaan Calon Taruna (SIPENCATAR) Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Peserta yang telah lolos selanjutnya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebagai tahap awal penentuan penerima pola pembibitan daerah.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) KSB, Syaifullah, mengatakan 17 pendaftar tersebut terdiri atas putra dan putri. Data jumlah pendaftar dan jumlah peserta lolos diberikan oleh pihak penyelenggara kepada pemerintah daerah.

“Dari KSB ada 17 orang yang dinyatakan lolos administrasi. Tahun ini KSB mendapatkan jatah maksimal tiga orang. Jadi akan diseleksi lagi,” katanya kepada wartawan, Senin (07/9).

Syaifullah menjelaskan, kuota tiga orang tersebut tidak otomatis terisi seluruhnya. Jumlah peserta yang diterima bergantung pada kemampuan pendaftar melewati seluruh tahapan seleksi yang diberlakukan secara nasional.

“Jatah KSB tahun ini tiga orang. Tetapi tidak mesti dapat tiga, bisa nol, satu, dua, atau tiga,” jelasnya.

Tahapan berikutnya adalah SKD dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Sistem tersebut membuat nilai peserta dapat diketahui secara langsung sehingga proses seleksi berlangsung berdasarkan hasil ujian.

Menurut Syaifullah, sistem seleksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan penerimaan peserta berlangsung transparan. Peserta harus memenuhi standar nilai dan persyaratan pada setiap tahapan untuk dapat melanjutkan proses berikutnya.

“Sekarang eranya SKD . Kalau menggunakan CAT, nilainya langsung terlihat, jadi tidak ada lagi sistem titipan dalam proses seleksi,” tegas Sekdis.

Peserta yang lolos SKD akan melanjutkan seleksi di Poltrada Bali. Tahapan tersebut mencakup tes kesamaptaan, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan.

Syaifullah menerangkan, setiap tahapan di Poltrada Bali juga menerapkan sistem gugur. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan pada salah satu tahapan langsung dinyatakan tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

“Setelah SKD, peserta yang lolos mengikuti tes kesamaptaan, wawancara, dan kesehatan di Poltrada Bali. Semua tahapan tetap menggunakan sistem gugur,” paparnya.

Syaifullah menyebut program tersebut merupakan pola pembibitan yang dijalankan melalui kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan. KSB telah menjalin kerja sama mengingat minimnya sumber daya manusia bidang transportasi darat.

Berbeda dengan jalur umum, peserta pola pembibitan memiliki skema penempatan yang berkaitan dengan kebutuhan daerah. Sementara peserta jalur umum yang lulus pendidikan tidak otomatis menjadi pegawai pemerintah daerah.

“Kerja sama ini dilakukan karena KSB membutuhkan sarjana di bidang transportasi darat. Tahun ini merupakan tahun kelima KSB mendapatkan kuota pola pembibitan,” tandas Syaifullah.

Dengan kuota maksimal tiga orang, pemerintah daerah berharap pendaftar KSB mampu bersaing hingga tahap akhir. Namun, hasil akhir tetap ditentukan berdasarkan kemampuan peserta yang memenuhi seluruh standar seleksi. (M-06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *