Diskan KSB Serahkan Pengelolaan Pasar Ikan Tradisional Lebo ke Desa

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pengelolaan Pasar ikan tradisional yang berada di kawasan Danau Lebo, rencananya akan dilimpahkan ke pemerintah desa Meraran, lebih tepatnya kepada kelompok penjual. Seluruh persiapan telah dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (Diskan KSB) bersama pemerintah desa Meraran.

“Penyerahan kepada desa untuk dikelola. Jadi nanti yang kelola adalah kelompok masyarakat, tapi secara administrasi pemerintah menyerahkan kepada desa untuk dikelola oleh kelompok pemasar,” ujar Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, M.Si. kepada media ini, Kamis (13/11).

Menurut Noto, seluruh persiapan pasar ikan telah dilakukan secara matang, baik dari sisi fasilitas maupun manajemen pengelolaan. Kelompok masyarakat yang akan mengelola pasar juga telah terbentuk dan siap menjalankan tugas begitu pasar resmi dibuka.

“Persiapan sudah dilakukan baik oleh Dinas Perikanan maupun dari desa, kelompok juga sudah ada. Launching-nya segera,” jelasnya.

Pasar yang dibangun dengan konsep minimalis namun lebih tertata ini menyediakan tempat khusus bagi setiap penjual. Mereka akan menempati area yang telah disiapkan agar alur jual beli lebih teratur dan nyaman bagi pengunjung.

“Setiap orang (penjual) akan menempati satu tempat yang telah disiapkan,” kata Noto.

Meski mengusung nama pasar ikan tradisional, jenis komoditas yang dijual tidak terbatas pada ikan laut saja. Noto menegaskan, para pedagang dapat menjual berbagai jenis ikan, baik air laut maupun air tawar, sesuai ketersediaan masyarakat.

“Untuk komoditas yang dijual, sembarang. Namanya pasar ikan tradisional bisa laut bisa tawar,” ungkapnya.

Noto mengaku, memperkenalkan pasar baru kepada masyarakat memerlukan waktu. Namun dirinya tetap optimistis melihat animo warga yang tinggi di lokasi sebelumnya, meski sederhana tetapi sudah ramai dikunjungi.

Melihat animo di tempat sebelumnya yang masih ala kadarnya sudah ramai, apalagi sekarang sudah lebih baik, minimal kita mendekati higienis,” katanya.

Jika pasar ikan tradisional ini berkembang baik, Diskan KSB membuka peluang untuk memberikan intervensi lanjutan, baik berupa peningkatan fasilitas maupun dukungan program.

“Adanya pasar ikan tradisional di Desa Meraran ini juga akan membuka potensi lain seperti wisata dan kuliner ke depannya,” imbuhnya.

Pasar rakyat tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar danau Lebo sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi baru bagi daerah.

“Semoga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan ekonomi masyarakat juga ikut meningkat,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *