Diskominfo KSB Targetkan Blank Spot Teratasi pada 2027

Bagikan ke :
Foto: Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim
Foto: Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan seluruh wilayah yang masih mengalami keterbatasan atau kelemahan sinyal dapat teratasi secara bertahap hingga 2027. Target ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah KSB.

Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, mengingat pembangunan dan peningkatan layanan telekomunikasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.

“Target kita wilayah yang terdata lemah sinyal dapat teratasi pada 2027. Tentunya ini membutuhkan sinergi dengan semua pihak, karena pembangunan dan peningkatan layanan telekomunikasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,” ujarnya, Selasa (11/8).

Untuk mengejar target tersebut, Dedy menyebut pihaknya secara rutin berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Balai Monitoring Frekuensi Radio (Balmon), Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta operator telekomunikasi. Koordinasi ini dilakukan guna mempercepat perluasan jaringan, terutama di wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses komunikasi dan internet.

“Upaya pemerataan telekomunikasi terus kami lakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Kami ingin wilayah yang masih lemah sinyal dapat segera ditangani,” katanya.

Sebagai langkah awal menuju target 2027, Diskominfo KSB baru-baru ini berkoordinasi dengan Balmon Kelas II Mataram membahas persiapan pembaruan data wilayah yang masih mengalami kondisi susah sinyal atau blank spot, termasuk kawasan pesisir dan kepulauan.

Menurut Dedy, pembaruan data menjadi langkah penting agar penanganan tidak hanya berdasarkan laporan, tetapi juga mengacu pada kondisi faktual di lapangan. Data tersebut nantinya digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran hingga tenggat 2027 mendatang.

Diskominfo dan Balmon juga siap bersinergi melakukan pemetaan kualitas layanan telekomunikasi di seluruh wilayah KSB. Pemetaan ini diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi jaringan, termasuk wilayah yang membutuhkan peningkatan layanan agar target penuntasan blank spot dapat tercapai tepat waktu.

“Data hasil updating ini akan menjadi acuan dalam merumuskan strategi penanganan, termasuk dalam berkoordinasi dengan penyelenggara layanan telekomunikasi dan instansi terkait,” jelasnya.

Dedy menegaskan, pemerataan akses telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sinyal semata. Infrastruktur komunikasi yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik, aktivitas ekonomi masyarakat, pendidikan, hingga percepatan transformasi digital di daerah, sehingga target 2027 diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan yang lebih menyeluruh di Sumbawa Barat. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *