Diskoperindag KSB Gelar Pelatihan Jahit, Peserta Langsung Dapat Bantuan Mesin

Bagikan ke :
Foto: Penyerahan Bantuan Mesin Jahid, Diskoperindag KSB.
Foto: Penyerahan Bantuan Mesin Jahid, Diskoperindag KSB.

Taliwang, MediaKSB- Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar pelatihan menjahit dan bordir selama 15 hari untuk 20 warga. Pelatihan ini ditutup dengan penyerahan bantuan mesin jahit, mesin bordir komputer, dan mesin obras kepada seluruh peserta sebagai modal usaha.

Kepala Diskoperindag KSB melalui Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Wiwik Sudiarti, SE.M. M. Inov, menjelaskan, program ini dirancang untuk membekali masyarakat tentang kemampuan jahit-menjahit sampai pada tahap mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin peserta langsung bisa produktif setelah pelatihan ini selesai. Mesin sudah di tangan, keterampilan sudah dimiliki, tinggal tekad dan konsistensi mereka untuk terus berkarya,” ujarnya saat menutup kegiatan beberapa waktu lalu.

Pelatihan berlangsung intensif selama 15 hari dengan pembekalan keterampilan menjahit dan teknik bordir dari instruktur berpengalaman. Materi pelatihan mencakup teknik dasar menjahit, pola busana, hingga pengoperasian mesin bordir komputer.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias hingga hari terakhir penutupan. Semangat peserta menjadi sinyal positif program pelatihan vokasional ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat KSB.

Pada acara penutupan, Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, S.STP, M. Si, menyerahkan langsung bantuan peralatan kepada seluruh 20 peserta. Setiap peserta menerima satu paket lengkap terdiri dari mesin jahit, mesin bordir komputer, dan mesin obras sehingga total 20 unit dari masing-masing jenis alat tersalurkan.

Wiwik menjelaskan, pemilihan pelatihan menjahit dan bordir bukan tanpa alasan. Dua keterampilan ini memiliki potensi pasar yang besar dan bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga penerima manfaat.

Pemerintah KSB melalui Diskoperindag menekankan tanggung jawab moral penerima bantuan untuk menjaga dan memanfaatkan peralatan sebaik-baiknya. Wiwik menegaskan setiap unit mesin wajib digunakan untuk kegiatan produktif dan tidak boleh diperjualbelikan kepada pihak mana pun.

“Bantuan yang diserahkan pemerintah ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk menambah ketahanan ekonomi keluarga, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Di akhir Wiwik menyampaikan, keterampilan menjahit dan bordir membuka peluang usaha yang luas bagi peserta. Mereka bisa menerima jahitan rumahan, membuka usaha konveksi kecil, hingga memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk hasil karyanya.

“Ketahanan ekonomi keluarga yang kuat adalah fondasi ketahanan ekonomi daerah. Kami akan terus mendorong program pelatihan yang benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat KSB,” tutup Kabid. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *