DLH KSB Dorong Bank Sampah Lewat Expo Karya

Taliwang, MediaKSB, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong pembentukan bank sampah di tingkat desa melalui Expo Karya bertema “Mengubah Sampah Menjadi Berkah”. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor DLH KSB, Jumat (9/11), ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dan HUT ke-23 KSB.
Kepala DLH KSB Aku Nur Rahmadin menyampaikan, Expo Karya merupakan langkah awal pembentukan bank sampah sekaligus sarana sosialisasi kepada pemerintah kecamatan dan desa agar pengelolaan sampah mulai dilakukan secara nyata di tingkat masyarakat.
“Kalau kebijakan tersebut tidak dilaksanakan, maka tidak cukup hanya dengan adanya bank sampah, tetapi juga harus ada gerakan dan sistem pengelolaan sampah yang berjalan di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Rahmadin menyebut, kegiatan ini melibatkan tujuh sekolah dan enam komunitas pengelola sampah, dengan total kapasitas pengelolaan mencapai sekitar 2,7 ton sampah per hari. Angka tersebut dinilai berpotensi mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir, mengingat estimasi sampah yang masuk ke TPA di wilayah Kecamatan Taliwang mencapai lebih dari 30 ton per hari.
Di sisi lain, Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan Expo Karya. Haji Amar, sapaan akrabnya menegaskan, persoalan lingkungan hidup tidak terpisahkan dari seluruh aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi.
“Urusan lingkungan hidup ini adalah urusan yang sangat makro. Makro dalam arti bahwa betapa semua aktivitas kita, aktivitas sehari-hari, aktivitas ekonomi, dan aktivitas lainnya, semuanya berada dalam satu bingkai, yaitu lingkungan hidup,” katanya.
Haji Amar menambahkan persoalan sampah yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila tidak ditangani sejak awal, sehingga pengelolaannya harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Bukan hanya bagaimana kita membersihkan sampah hari ini, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut Expo Karya, DLH KSB menetapkan arah kebijakan agar setiap desa memiliki bank sampah, dengan kewajiban investasi sebesar Rp150 juta melalui bantuan keuangan desa. Desa yang telah memiliki TPS 3R diarahkan untuk direvitalisasi, sementara sampah yang telah dipilah warga dapat disetorkan dan dinilai sebagai potensi ekonomi lewat pola tabungan sampah.
DLH KSB menargetkan sistem tersebut mampu menyaring sedikitnya 30 persen timbulan sampah di tingkat desa, dengan pengelolaan lanjutan diarahkan ke tiga zona, yakni Benete, TPA Batu Putih, dan Senayan, sesuai wilayah kecamatan masing-masing. (M-01)
