DP2KBP3A KSB Ajak Mahasiswa Perangi Eksploitasi Anak di Era Digital

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengajak mahasiswa Universitas Cordova untuk terlibat dalam pencegahan eksploitasi dan prostitusi seksual anak di era digital.

“Keterlibatan generasi muda ini sangat penting sebagai agen edukasi yang mampu menyampaikan pesan perlindungan anak kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) DP2KBP3A KSB, Kalsum, SKM., M.M.Inov. pada Sabtu, (05/9).

Kalsum menegaskan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam gerakan pencegahan kekerasan terhadap anak. Dengan pemahaman yang diberikan, mereka diharapkan menjadi corong edukasi di tengah lingkungan masing-masing.

“Melalui pembekalan ini, kami ingin mahasiswa di Cordova bisa memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat tentang bahaya eksploitasi dan prostitusi seksual anak. Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi yang akan memberantas penyakit ini,” ujarnya.

Menurut Kalsum, perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru dalam perlindungan anak. Akses internet dan media sosial sering disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk praktik eksploitasi. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi semua pihak agar anak-anak terlindungi dari ancaman serius.

“Era digital memang membuka banyak peluang, tapi juga membawa risiko besar. Karena itu mahasiswa yang akrab dengan perkembangan teknologi bisa membantu memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Kabid menilai, kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Cordova menjadi langkah konkret Pemerintah KSB dalam memperkuat program pencegahan kekerasan anak. Melalui sinergi ini, pesan moral dan sosial dapat tersampaikan lebih luas dan lebih efektif.

“Stop prostitusi dan eksploitasi anak di KSB. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tugas bersama. Dengan melibatkan mahasiswa, kami ingin gerakan ini semakin kuat dan menyentuh langsung masyarakat,” tegas Kalsum.

DP2KBP3A KSB berkomitmen terus menjalankan program edukasi dan sosialisasi dengan melibatkan berbagai elemen, baik lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, maupun komunitas lokal.

“Agar KSB dapat menjadi daerah yang aman dan ramah anak, sekaligus bebas dari praktik eksploitasi di era digital,” pungkas Kalsum. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *