Harapan Keluarga Pupus, Disnakertrans KSB Pasang Badan Pulangkan Salwa

Bagikan ke :
Foto: Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riyadi
Foto: Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riyadi

Taliwang, MediaKSB, – Janji manis sponsor untuk memulangkan Tiara Salwa dari Libya pada akhir Februari ternyata hanya isapan jempol belaka. Kini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi mengambil alih penanganan kasus kemanusiaan ini.

Keluarga Salwa semula menaruh harapan besar pada itikad baik oknum perekrut yang berjanji menuntaskan persoalan ini secara kekeluargaan. Namun, hingga tanggal 28 Februari berlalu, tidak ada tanda-tanda kepulangan Salwa ke tanah air.

Kondisi ini memaksa keluarga menyerah pada jalur mediasi dan memilih meminta perlindungan hukum penuh kepada pemerintah daerah.

Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, menyatakan pihaknya sudah mengirim surat resmi kepada Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran (BP3MI) NTB. Surat tersebut berisi permintaan fasilitasi pemulangan Salwa sekaligus laporan terhadap para oknum sponsor yang terkesan lepas tangan.

“Kami hari ini resmi bersurat ke BP3MI untuk minta fasilitasi pemulangan Salwa sekaligus melaporkan para sponsor itu,” tegas Slamet Riadi, Selasa (03/3).

Salwa saat ini terjebak dalam pusaran masalah pelik di Libya yang mengancam keselamatan serta hak-hak dasarnya sebagai pekerja. Pihak agensi menahan paspor milik Salwa sehingga ia tidak memiliki akses dokumen perjalanan yang sah untuk pulang.

Selain itu, Salwa menghadapi tuntutan ganti rugi pemutusan kontrak sepihak serta denda keimigrasian yang terus membengkak setiap harinya.

Slamet menjelaskan, perusahaan jasa tenaga kerja yang memberangkatkan Salwa secara ilegal terbukti tidak sanggup memenuhi kendala-kendala tersebut. Disnakertrans KSB juga mengirim tembusan surat kepada Dirjen Protokol dan Konsuler Kemendagri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tripoli.

“Kami punya kewenangan terbatas sehingga kami memfasilitasi langkah ini melalui jalur BP3MI untuk proses selanjutnya,” tambahnya.

Pemerintah daerah tidak main-main dalam menyikapi pelanggaran ini karena menyangkut nasib warga yang sedang dalam kesusahan besar. 

Slamet memastikan keluarga Salwa kini sangat siap untuk membawa persoalan ini ke meja hijau demi menuntut keadilan bagi korban. Polisi bersama Disnakertrans akan mengawal pelaporan terhadap tiga orang sponsor berinisial HS, ZN, dan ML yang merekrut Salwa.

Identitas perekrut lapangan maupun aktor yang memiliki jaringan langsung ke agensi di Libya sudah dikantongi secara lengkap oleh dinas. Pemerintah berharap langkah tegas ini dapat memulangkan Salwa dengan selamat dan memberikan efek jera kepada pelaku perdagangan orang.

“Keluarga sudah lelah dengan janji palsu dan sekarang saatnya aparat penegak hukum yang bekerja menangani mereka,” pungkas Slamet. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *