Musrenbang Anak KSB Soroti Pernikahan Dini dan Child Grooming

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyuarakan keresahan terkait maraknya kasus pernikahan usia anak hingga ancaman child grooming dalam gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak tingkat Kabupaten, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas P2KBP3A KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M., membuka langsung kegiatan ini dengan menghadirkan berbagai elemen organisasi remaja. Mulai dari Forum Anak, duta GenRe, Laskar Pecinta Alam, Gardan, Forsis, hingga jajaran OPD pengampu klaster gugus Kabupaten Layak Anak (KLA) turut hadir. Kehadiran lintas lembaga untuk memantau serta memberikan tanggapan langsung atas usulan para peserta.
Agus Purnawan menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda. Agus ingin agar Musrenbang ini benar-benar menjadi wadah bagi anak-anak untuk mencurahkan kegelisahan mereka mengenai permasalahan di tempat tinggal maupun di sekolah.
“Anak-anak kita harus berani bicara. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kekhawatiran mereka, mulai dari masalah pernikahan usia anak yang masih terjadi hingga bahaya child grooming yang kini marak di dunia digital. Suara mereka sangat penting untuk menentukan arah pembangunan KSB ke depan,” ujar Agus dalam sambutannya.
Wadah Aspirasi Cegah Pernikahan Dini dan Kekerasan Anak
Menurut Agus, keterlibatan aktif berbagai forum anak dalam kegiatan ini merupakan langkah maju untuk mewujudkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Agus juga berharap usulan-usulan yang muncul dapat mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan mampu memitigasi risiko kekerasan terhadap anak sejak dini.
“Kami ingin program kebijakan pemerintah kedepan benar-benar terakomodasi dari kebutuhan anak-anak itu sendiri. Sinergi antara pemerintah dan organisasi anak adalah kunci untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” tambah Agus.
Melalui diskusi yang hangat, para peserta menyampaikan berbagai pandangan mengenai tantangan sosial yang mereka hadapi sehari-hari.
Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti setiap poin aspirasi tersebut agar KSB terus mempertahankan dan meningkatkan statusnya sebagai Kabupaten Layak Anak yang menjamin keamanan seluruh warganya tanpa terkecuali. (M-01)
