DPUPR KSB Beberkan Hasil Kajian Awal Pembangunan Bendung Lamunga

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merespon aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Lamunga terkait dengan penetapan lokasi pembangunan bendung Lamunga. Pertemuan yang dipimpin wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST dijadikan momentum juga oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk menyampaikan hasil kajian awal.
Syahril, ST, M.Si selaku kepala DPUPR mengakui bahwa ada 3 titik yang menjadi opsi untuk pembangunan Bendung Lamunga, sehingga meminta pihak konsultan untuk melakukan kajian yang akan dijadikan dasar dalam penetapan. “Dari tiga lokasi itu pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ucapnya.
Lanjut Syahril, untuk titik lokasi pertama yang berada di Desa Lamunga berada pada jalur tikungan sungai yang rawan boring. Selain itu juga akan membangun dinding terlalu tinggi sampai berimbas pada pembiayaan dan terendamnya lahan pertanian. Di lokasi itu juga rawan kehilangan air dan porositas tinggi karena termasuk daerah sedimen.
Sementara untuk lokasi kedua (Existing) juga cukup sulit dan ada beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian, seperti, lokasinya berada ditikungan sungai, rawan boring, tebing sungai rendah rawan meluap dan longsor, serta tidak ada akses jalan untuk pemeliharaan. “Kelebihannya hanya pada lokasi, dimana cukup dekat dengan saluran,” bebernya.
Sedangkan titik lokasi ketiga yang ditetapkan cukup banyak kelebihan untukn dijadikan pijakan, diantaranya, berada dialiran sungai lurus, tidak rawan kehilangan air dan tidak ada lahan terendam karena tampungnyanya kecil serta porositas rendah serta bukan daerah sedimen. “Kekurangannya hanya perlu adanya penambahan saluran baru,” terangnya.
Syahril menegaskan, Bendung Lamunga merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD). Bendung tersebut akan dibangun menjadi bendung tetap dengan mercu bulat setinggi 2,5 meter. Bendung Lamunga dihajatkan untuk mereduksi banjir dan mengatasi kekeringan di desa Lamunga. Banjir kerap terjadi pada musim hujan dan tanaman padi mengalami kekeringan pada musim tanam kedua. Dengan hadirnya Bendung, diharapkan dua kendala tersebut bisa teratasi sehingga hasil pertanian di desa tersebut bisa meningkat.
Sementara Wabup KSB dikesempatan berharap persoalan perbedaan pendapat tentang lokasi pembangunan bendungan bisa segera dicarikan solusi, sehingga pembanguna dapat terus berjalan dan masyarakat bisa lebih cepat menikmati manfaat. “Kita sudah meminta bantuan Dinas PU provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memberikan pandangan dan kita tunggu hasil,” ungkapnya sambil memastikan bahwa pandangan dimaksud jadi dasar. (M-02)
