DPUPR KSB Gelar Konsultasi Publik 2 RDTR dan KLHS KSK Agro Industri Poto Tano

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), menggelar konsultasi publik 2 terhadap Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (RDTR KSB) Agro industri Poto Tano dan Kajian Lingkungan Hidup Starategis (KLHS).

Mengingat kegiatan yang dilaksanakan sangat penting, maka sejumlah pihak dihadirkan dalam acara yang dipusatkan di Hanipati resto pada Senin 23/10 kemarin, karena menjadi lanjutan dan tahapan penyempurnaan dalam penyusunandokumen RDTR KSK Agro industri Poto Tano.

Muhammad Naf’an, ST selaku kabid tata ruang dan pertanahan yang menjadi penanggung menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan sebagai tahap dalam proses legislasi RDTR Poto Tano, karena dokumen KLHS menjadi salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki. “Untuk memastikan juga bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah,” ucapnya.

Selain itu juga kata Naf’an sapaan akrabnya, sebagai antisipasi terhadap perkembangan kawasan agro industri poto tano yang menuntut upaya perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pembangunan dari segala sektor yang ada secara sinergis, berkesinambungan dan pro lingkungan. “Paling tidak dampak negatif lingkungan ditingkat proyek pembangunan semakin efektif diatasi atau dicegah karena pertimbangan lingkungan telah dikaji sejak tahap formulasi kebijakan rencana dan program,” lanjutnya.

Sementara Slamet, SP, MM selaku kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang didaulat untuk membuka acara mengingatkan tentang tujuan dari kegiatan dimaksud adalah, untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah dipertimbangkan dalam RDTR kawasa Agro industri Poto Tano dan untuk meningkatkan kualitas RDTR sebagai upaya meminimalisir potensipengaruh negatif atau risiko terhadap kondisi lingkungan hidup.

Slamet dikesempatan itu sangat berharap kepada seluruh peserta untuk bisa memberikan masukan terbaik serta saran dalam penyempurnaan, sehingga apa yang menjadi sasaran dari kegiatan bisa terealisasi, seperti, terindentifikasi informasi lingkungan di kawasan agro industri poto tano, termasuk potensi sumber daya alam, demografi dan sosial ekonomi serta kerawanan bencana.

Selain itu juga teridentifikasi isu strategis dan prioritas pembangunan, terjamin kualitas penyelenggaraan KLHS RDTR kawasan agro industri, terintegrasi rekomendasi serta terlaksana analisis atas muatan KLHS.

Pantauan langsung media ini dilokasi, sejumlah peserta memberikan saran dan masukan, bahkan sempat terjadi perdebatan dalam mempertahankan pendapat. Hal itu membuktikan bahwa kegiatan dimaksud menjadi momentum dalam menyampaikan saran serta masukan untuk penyempurnaan. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *