Jelang Pilkada KSB, Fud Akan Lakukan Survey ‘Simulasi’ Cawabup

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB,- Fud Syaifuddin, ST, M.M Inov selaku wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengakui, jika telah mendapatkan rekomendasi Partai Nasdem yang dipimpinnya untuk berlaga pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November mendatang sebagai calon Bupati, lantaran sudah dua periode sebagai wakil bupati.

“Untuk kepastian tetap berlaga pada Pilkada nanti, saya akan melaksanakan survey secara pribadi untuk mengetahui sejauhmana respon dan harapan masyarakat, termasuk akan simulasi dengan pasangan sebagai calon wakil Bupati,” katanya dihadapan sejumlah wartawan kemarin.

Dikesempatan itu Fud sapaan akrabnya mengakui, jika survey tentang dirinya pernah dilakukan beberapa bulan lalu, dimana tingkat popularitas, penerimaan dan keterpilihannya di masyarakat cukup bagus. “Saya ingin perbarui hasil survey, termasuk pasca pelaksana Pemilu legislatif beberapa waktu lalu dan juga ingin simulasi dengan para calon wabup,” lanjutnya.

Untuk menyusun simulasi paket pasangan calon bupati dan wakil bupati itu. Fud menyebut, dirinya sudah mengantongi sejumlah nama dari berbagai kalangan. Ada yang berlatar belakang politisi, pejabat pemerintahan hingga tokoh masyarakat dan agama yang ada di KSB. “Yang politisi saya sudah sowan pada partainya dan dirinya secara pribadi untuk dimasukkan dalam daftar survei sebagai calon wakil saya. Alhamdulillah mereka setuju. Begitu juga dengan yang pejabat maupun yang tokoh masyarakat mereka semua juga tidak masalah jadi bagian survei,” akunya.

Dikesempatan itu Fud tidak memastikan, jika calon wabup yang tertinggi hasil survey akan langsung dipilih, karena perlu juga mempertimbangkan faktor dukungan partai, karena Partai Nasdem hanya memiliki 3 kursi di DPRD KSB nanti, sementara untuk mendukung pasangan calon di Pilkada KSB wajib. “Hasil survey akan dibahas dalam internal partai koalisi. Hal itu yang membuat saya belum bisa memastikan,” ungkapnya .

Ketua Partai Nasdem KSB memastikan, jika survey yang dilakukan bukan sebuah formalitas belaka, tetap akan dijadikan sebagai tolak ukur untuk memastikan dirinya tetap ikut berlaga pada Pilkada atau tidak. “Jika respon masyarakat tidak bagus yang dibuktikan dengan hasil survey, saya tidak akan memasakan kehendak untuk tetap mencalonkan diri, begitu juga sebaliknya, jika  elektabilitas sangat bagus, maka wajib untuk melangkah dalam menjaga amanat masyarakat,” timpalnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *