Kades Kiantar Imbau Warga Waspada Kebakaran Saat Kemarau

Bagikan ke :
Foto: Kepala Desa Kiantar, Hasbullah
Foto: Kepala Desa Kiantar, Hasbullah

Poto Tano, MediaKSB, – Pemerintah Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran selama musim kemarau berlangsung. Imbauan ini disampaikan menyusul potensi kebakaran lahan dan pemukiman yang meningkat akibat cuaca kering serta angin kencang di Kecamatan Poto Tano.

Imbauan ini menyasar tiga area utama yang rawan menjadi titik awal kebakaran, yaitu kawasan pemukiman warga, lahan pertanian, serta area hutan di sekitar Desa Kiantar. Pemerintah desa menilai ketiga wilayah tersebut memerlukan perhatian khusus selama puncak musim kemarau.

Kepala Desa Kiantar, Hasbullah menegaskan warga harus berhati-hati dan tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Hasbullah menyebut kelalaian kecil kerap menjadi pemicu utama kebakaran di lingkungan pemukiman maupun lahan pertanian.

“Kami mengimbau seluruh warga Desa Kiantar agar senantiasa berhati-hati dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (16/8).

Hasbullah menjelaskan warga yang menyalakan api untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas berkebun wajib mengawasi api tersebut hingga benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kades menekankan pengawasan ketat menjadi kunci mencegah api merembet ke area lain.

“Saat menyalakan api untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas di kebun, pastikan api terus diawasi hingga benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” ujarnya.

Pemdes Kiantar melarang keras warga melakukan pembakaran sampah atau pembersihan lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi angin kencang. Larangan ini berlaku di seluruh wilayah desa, baik di kawasan pemukiman maupun lahan pertanian warga.

Selain larangan membakar, Pemdes Kiantar turut meminta warga memastikan tungku, pembakaran sampah, atau sumber api lainnya selalu diawasi dan dimatikan secara total setelah digunakan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah percikan api yang tidak terkontrol saat musim kemarau.

Hasbullah juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak RT, RW, atau perangkat desa apabila menemukan titik api yang berpotensi membesar di sekitar wilayah tempat tinggal. Pelaporan cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan sebelum kebakaran meluas.

“Waspada dan saling mengingatkan antarwarga adalah kunci utama mencegah kerugian akibat kebakaran,” tegas Kades.

Pemdes Kiantar berharap langkah preventif ini dapat menciptakan situasi desa yang aman, kondusif, dan bebas dari bahaya kebakaran demi keselamatan seluruh masyarakat. Hasbullah menegaskan pihaknya akan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan aparat setempat selama musim kemarau berlangsung. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *