Kasus Hipertensi Dominasi Layanan TRC Ambulans di Sumbawa Barat

Bagikan ke :
MEDIAKSB - Kepala Bidang PMSDK pada Dinkes KSB. (Foto: Imam Fauzan)
MEDIAKSB – Kepala Bidang PMSDK pada Dinkes KSB, Indra Alamsyah. (Foto: Imam Fauzan)

Taliwang, MediaKSB, – Hipertensi menjadi kasus terbanyak yang ditangani Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans berbasis Puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan porsi hampir 33 persen. Angka itu tercatat dari 31.348 layanan sepanjang 2026 hingga 20 September.

“Ternyata sebagian besar layanan yang diberikan oleh teman-teman di TRC ambulans ini menyangkut kasus hipertensi sebesar 32,92% sepanjang 2026,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Mutu dan Sumber Daya Kesehatan (PMSDK) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, Indra Alamsyah kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Indra merinci, kasus terbanyak berikutnya adalah diabetes melitus mencapai 12,71 persen, kasus Cephalgiaatau sakit kepala 11,78 persen, dan Gastritis 7,89 persen. Keempat jenis penyakit itu mendominasi profil layanan yang diberikan layanan TRC.

“Jadi permasalahan kesehatan kita ada pada segmen penyakit tidak menular, yaitu hipertensi dan diabetes melitus,” bebernya.

Indra menyebut, sasaran layanan, TRC Ambulans yang tidak terbatas pada kondisi gawat darurat. Indra mencatat layanan non-emergency lebih mendominasi dengan 86,24 persen, disusul layanan terjadwal 12,04 persen dan kasus emergency 1,55 persen.

“Angka ini menunjukkan fungsi TRC ambulans bukan hanya merespons kegawatdaruratan, tetapi juga berperan penting agar layanan primer bisa dilaksanakan langsung di rumah pasien,” jelasnya.

Menurut Indra, pola tersebut membedakan TRC Ambulans di KSB dengan daerah lain. Pasien penyakit kronis tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pelayanan.

“Segmen layanan kami bukan pasien yang datang ke Puskesmas, tetapi ambulans dan tenaga kesehatan yang datang ke rumah pasien,” tuturnya.

Indra juga membandingkan layanan serupa di daerah lain yang umumnya hanya berfokus pada kondisi darurat. Berbeda dengan layanan di KSB yang menjankau lebih luas.

“Kalau di kabupaten dan kota lain, TRC ambulans identik dengan layanan kegawatdaruratan. Di Sumbawa Barat, TRC ambulans menyasar semua segmen layanan yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Jumlah layanan pun melonjak signifikan. Sepanjang 2025, TRC Ambulans mencatat 6.609 layanan. Sedangkan tahun 2026, terhitung hingga 20 September 2026, angkanya sudah mencapai 31.348 layanan.

Program TRC Ambulans juga meraih respons positif masyarakat. Berdasarkan data yang dirilis 17 September 2026, tingkat kepuasan terhadap TRC Ambulans mencapai 80,2 persen, tertinggi di antara program KSB Maju lainnya.

“Programnya sangat bagus, bukan hanya dalam konteks ide dan gagasan Bupati, tetapi bagaimana program ini diimplementasikan oleh kami semua selaku ASN dan diterima baik oleh masyarakat,” pungkas Indra. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *