KSB Miliki Lima Spesies Penyu, Wabup Tinjau Habitat Mawil

Bagikan ke :
Wabup KSB, Hj. Hanipah Tinjau Habitat Mawil (dok. Prokopim Sumbawa Barat)
Wabup KSB, Hj. Hanipah Tinjau Habitat Mawil (dok. Prokopim Sumbawa Barat)

Sekongkang, MediaKSB, – Lima dari tujuh spesies penyu di dunia tercatat hidup di perairan Sumbawa Barat, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu habitat penyu paling kaya di Indonesia. Wakil Bupati KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., meninjau langsung Wilayah Perlindungan Penyu Mawil di Pantai Mawil, Desa Talonang, Kecamatan Sekongkang, dalam peringatan Hari Penyu Laut Sedunia, Senin (15/6).

Lima spesies penyu yang tercatat di perairan KSB adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), dan Penyu Tempayan (Caretta caretta).

“Keberadaan lima spesies sekaligus menjadikan perairan KSB sebagai kawasan konservasi penyu yang sangat strategis dan wajib dijaga kelestariannya,” ujar Wabup di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Mawil bersama berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah OPD, pemerintah kecamatan dan desa, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta warga setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Hj. Hanipah, sapaan Wabup, bersama peserta meninjau langsung berbagai upaya konservasi yang dilakukan KOMPAK Penyu Mawil di kawasan Pantai Mawil. Peserta mendapat penjelasan lengkap mengenai proses penyu bertelur, penetasan telur, hingga pelepasliaran tukik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian populasi penyu di kawasan tersebut.

Tukik yang berhasil menetas dan dilepaskan kembali ke laut menjadi simbol harapan keberlangsungan populasi penyu di perairan KSB. Setiap tukik yang selamat mencapai laut menjadi kontribusi bagi pelestarian spesies yang kini terancam punah secara global.

Ancaman terbesar bagi habitat penyu di Pantai Mawil adalah sampah plastik dan berbagai bentuk pencemaran pesisir yang terus mengancam ekosistem laut. “Kebersihan pantai menjadi salah satu fokus utama yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah tanpa terkecuali,” pesan Wabup.

Masih dengan keterangan Wabup, Pemerintah KSB memandang Wilayah Perlindungan Penyu Mawil bukan hanya sebagai kawasan konservasi semata. Pantai Mawil Talonang juga diharapkan berkembang menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda dan masyarakat luas yang ingin belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas konservasi, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan perlindungan habitat penyu di KSB,” tutup Wabup.(M-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *