Lestarikan Tradisi Mulia, BAZNAS KSB Menggelar Lebaran ‘Yatim’

Taliwang, MediaKSB, – Setiap 10 Muharram dijadikan tradisi pelaksanaan lebaran anak yatim atau momen istimewa untuk berbagi kebahagiaan dan kasih sayang dengan anak-anak yatim piatu. Perayaan lebaran Yatim itu sendiri telah dilaksanakan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumbawa Barat (BAZNAS KSB).
“Lebaran Yatim adalah tradisi mulai, dimana ada kesempatan bagi kita semua untuk membantu mereka yang kehilangan orang tua dan membutuhkan uluran tangan. Hal itu yang membuat BAZNAS KSB menjadikan sebagai agenda tahunan,” kata H M Jafar Yusuf S.Sos selaku ketua BAZNAS KSB.
Dihadapan anak-anak yatim yang ikut dalam kegiatan tersebut, Ustad Jafar sapaan akrabnya mengingatkan, 10 Muharram yang ditetapkan sebagai lebaran Yatim memiliki history dalam perjalanan dakwa para nabi dan Rasul. “Ada beberapa kejadian yang diluar nalar manusia pada 10 Muharram dan tertuang jelas dalam riwayat perjalanan dakwah yang dilakukan para Nabi dan rasul, termasuk dalam Al-Qur’an itu sendiri,” ungkapnya.
Dicontohkan Ustad Jafar, Nabi Nuh bersama pengikut selamat dalam banjir besar yang melanda seluruh dunia pada 10 Muharram. Selanjutnya, Nabi Yunus dimuntahkan ikan yang memakannya juga pada 10 Muharram. Nabi Musa bisa membela laut saat dikejar tentara Fir’aun, termasuk Nabi Ibraham yang dibakar Raja Namrud tetap selamat atas izin Allah SWT. “Semua kejadian itu pada 10 muharram dan sekarang menjadi tradisi perayaan lebaran Yatim,” urainya.
Sebagai pesan juga, Ustad Jafar mengingatkan bahwa dalam Islam, menyantuni anak yatim adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW pun sangat menyayangi anak-anak yatim dan senantiasa memberikan perhatian khusus kepada mereka. “Siapa orang yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya,” ucapnya.
Terkait dengan perayaan lebaran Yatim, Ustad Jafar mengaku bahwa pihak BAZNAS KSB telah menghadirkan 60 orang Anak Yatim bersama pendamping untuk menerima bingkisan berupa uang dan sembako. “Masing masing anak dapat uang sebesar Rp. 100.000 dan paket sembako dengan nilai Rp. 250 ribu,” bebernya. (M-01)
