Tak Hanya Santunan, Anak Yatim di Pengadang Dapat Ilmu dan Buku dari “Fun Sedekah”
Lombok Tengah, MediaKSB, – Tak sekadar menerima bantuan dana, anak-anak yatim di Desa Pengadang, Lombok Tengah, juga mendapat ilmu dan buku bacaan dalam kegiatan “Fun Sedekah” yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Profesi (KKP) UIN Mataram bersama komunitas Besedekah Bareng. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi yang tidak hanya berorientasi pada bantuan materi, tetapi juga memperkaya wawasan dan semangat belajar anak-anak.
Kegiatan Fun Sedekah berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA pada Minggu (13/7), dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kepala Dusun Pengadang Selatan, mahasiswa KKP UIN Mataram, komunitas sosial, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan diawali dengan sambutan dari tokoh masyarakat yang hadir, disusul dengan sesi permainan interaktif dan edukatif yang dipandu langsung oleh mahasiswa.
Anak-anak diajak bermain permainan yang tidak hanya seru tapi juga menanamkan nilai positif, seperti pundak lutut kaki dan estafet stik. Selain membangun semangat kebersamaan, game tersebut juga melatih konsentrasi dan kerja tim para peserta.
“Setelah sesi permainan, acara berlanjut dengan kegiatan Healing Literacy yang menjadi salah satu inti dari Fun Sedekah. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan diberikan buku bacaan,” ucap ketua kelompok KKP Desa Pengadang UIN Mataram, Ali Sudrajat saat dimintai keterangan.
Mereka diberi waktu 15 menit untuk membaca, lalu menjawab pertanyaan berdasarkan isi buku tersebut. Aktivitas ini bertujuan menumbuhkan minat baca dan memperkuat kemampuan literasi mereka sejak dini.
Masih dengan keterangan Ali, Kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, serta makan bersama yang melibatkan seluruh panitia dan peserta. Kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara.
“Kami ingin anak-anak ini juga merasakan perhatian dari sisi emosional dan pendidikan. Tidak hanya diberi, tapi juga diajak untuk berkembang,” harapnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Pengadang, Zainal Abidin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Mataram dan komunitas Besedekah Bareng dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar anak-anak, tapi juga membangun jiwa mereka agar tumbuh percaya diri dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UIN Mataram dan komunitas Besedekah Bareng berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan untuk masa depan yang lebih cerah. (M-01)

