Malam Ta’aruf, Wabup KSB Terima Kafilah MTQ se NTB

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin, ST, M. M. Inov, berkesempatan menyambut seluruh Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024 dalam momen malam ta’aruf, jumat 21/06, bertempat di halaman Graha Fitrah Kantor Bupati Sumbawa Barat Komplek KTC Taliwang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pj Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, H.Ibnu Salim, SH., M. Si. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan Bupati/Walikota se Provinsi NTB, serta seluruh Perangkat Daerah lingkup Pemkab Sumbawa Barat.

Kehadiran para tamu undangan di sambut dengan Ngaji Masal yang di lantunkan oleh sebanyak 200 Santri Ponpes Al-Ikhlas, Grup Hadroh Ahbabul Huda Pimpinan Cabang NU Sumbawa Barat, serta Tarian Selamat Datang dari SMPN 1 Taliwang.

Disampaikan Fud sapaan akrabnya, dalam penyampaian kata sambutan, kegiatan malam ta’aruf tersebut merupakan kegiatan perkenalan seluruh Kafilah yang berasal dari seluruh Provinsi NTB yang baru tiba di Kabupaten Sumbawa Barat. 

“Saya perkenalkan ke bapak dan ibu semua, bahwa kita sekarang berada di halaman Graha Fitrah Kantor Bupati KSB, yang oleh Bupati pertama KSB KH Zulkifli Muhadli, SH.,MM diberi nama tersebut dengan harapan melalui gedung tersebut lahir kebijakan yang suci dan bersih,” ucapnya.

Wabup juga menyampaikan terimakasih dan rasa bangga atas diberikannya kepercayaan kepada KSB sebagai tuan rumah pagelaran MTQ tingkat provinsi ke 30 tahun ini. ”Yang terpenting kita adil dalam berlomba. Bagi kami yang terpenting dari pada juara adalah kami bisa menjadi tuan rumah yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Ibnu Salim, SH.,M.Si menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi tersebut adalah sebuah sarana bagaimana kita membumikan al-Quran di tanah NTB. 

”Kita berharap kedepannya ini bukan hanya sekedar rutinitas tetapi kita mampu mengamalkan al-Quran ini harus berkelanjutan. Seterusnya tumbuh dan berganti sepanjang masa. Nilai nilai fundamental dari al-Quran bisa kita resapi, hingga akhir zaman,” tuturnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *