Menaker Dijadwalkan Kunjungi KSB, Dorong Penguatan SDM dan Link and Match Industri

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Kamis (22/1). Kunjungan ini diproyeksikan menjadi momentum penting penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan penguatan kemitraan dengan dunia usaha.

Agenda utama kunjungan Menaker mencakup peletakan batu pertama revitalisasi BLK KSB, penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Ketenagakerjaan, serta penandatanganan MoU antara Pemerintah KSB dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan United Tractors (UT). Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

“Kita sudah siapkan lokasi kegiatan di beberapa titik. Termasuk di kawasan pembangunan BLK yang saat ini sedang dikerjakan oleh Dinas PUPR, khususnya untuk akses jalan dan area parkir,” ujar Kepala BLK KSB, Randy Darmansyah, S.IP. saat dikonfirmasi media ini pada Selasa (20/1).

Menurut Randy, revitalisasi BLK merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja KSB. Kehadiran langsung Menteri Ketenagakerjaan, menurut Randy, merupakan sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kompetensi tenaga kerja daerah berbasis kebutuhan pasar kerja.

Selain agenda utama, Menaker juga dijadwalkan memberikan kuliah umum yang akan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan daerah. Peserta kuliah umum meliputi pejabat struktural Pemerintah KSB, anggota DPRD KSB, camat dan lurah, kepala sekolah SMA/SMK dan SMP sederajat, serta civitas akademika.

“Kuliah umum ini penting agar seluruh pemangku kepentingan punya perspektif yang sama tentang pembangunan SDM. Tidak hanya pemerintah, tapi juga dunia pendidikan dan industri,” kata Kepala BLK.

Randy juga menambahkan, penandatanganan MoU dengan AMMAN dan UT merupakan langkah konkret memperkuat skema link and match antara pelatihan dan kebutuhan industri. Melalui kerja sama tersebut, BLK KSB diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap diserap sektor industri strategis.

“Kami ingin BLK benar-benar menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Jadi bukan hanya melatih, tapi memastikan lulusannya relevan dan terserap,” tutupnya. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *