Pastikan Kondusifitas, Kawasan Industri Maluk Akan Terealisasi

Taliwang, MediaKSB,- Dr Ir H W Musyafirin, MM selaku Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengaku, jika status Kawasan Industri di kecamatan Maluk tengah dibahas secara serius oleh pemerintah pusat. Hal itu akan terealisasi, jika semua pihak mengambil peran untuk memastikan kondusifitas daerah.
“Saat ini status kawasan industri Maluk dalam tahap pembahasan krusial oleh pemerintah pusat. Dimana hingga sekarang pemerintah tengah berupaya mencari pihak yang akan ditugaskan untuk pengelolaannya dan pemerintah juga sedang mengundang investor untuk investasi di kawasan tersebut,” ucapnya.
Masih pengakuan H Firin sapaan akrabnya, soal kondusifitas daerah menjadi catatan penting yang disampaikan para investor, sehingga pemerintah pusat terus memantau Bumi Pariri Lema Bariri dan meminta untuk mampu menahan diri atau bersama menjaga kondusifitas tersebut. “Saya minta Camat Maluk dan Sekongkang yang baru dilantik untuk memastikan kondusifitas,” tegasnya.
H Firin juga mengaku bahwa dirinya pernah dihubungi melalui jaringan selular oleh Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves). Dalam komunikasi itu, Menko Marves mempertanyakan soal kondusifitas calon kawasan industri. “Saya ditelepon Menko Marves soal banyaknya aksi demo itu,” akunya.
Komunikasi langsung Menko Marves sangat berhubungan dengan status Kawasan Industri Maluk yang sedang diperjuangkan, jadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan kondusifitas daerah. “Maraknya aksi demonstrasi masyarakat menyasar sejumlah perusahaan yang ada di kecamatan Maluk dan Sekongkang ternyata dipantau pemerintah pusat,” tegasnya.
Pada bagian lain, bupati menambahkan mengenai perkembangan kawasan industri Maluk itu Pemda KSB akan terus memperjuangkannya. “Senin saya dapat undangan untuk membahas persoalan itu. Mudah-mudahan segera ada hasilnya (pihak yang akan ditunjuk mengelola kawasan industri Maluk),” imbuhnya.
Terakhir H Firin berpesan kepada seluruh masyarakat dalam menyuarakan ketidakpuasannya terhadap berbagai hal, agar jangan melulu menyuarakannya dalam bentuk aksi demonstrasi. “Jangan sedikit-sedikit demo. Sedikit-sedikit menyalahkan perusahaan atau pemerintah,” cetusnya. (M-03)
