Merliza: Komunitas Pemuda KSB Aktif, Namun Minim Sorotan

TALIWANG, MEDIAKSB – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Merliza Jawas, menilai komunitas pemuda di daerah terus tumbuh dan aktif berkegiatan. Namun, beragam aktivitas positif tersebut masih minim sorotan dan belum banyak diketahui publik.
Merliza menyebut perkembangan pemuda usia produktif di Sumbawa Barat sudah berada dalam kategori cukup baik. Banyak di antara mereka aktif berorganisasi sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial yang positif.
“So far masih cukup baik. Teman-teman pemuda usia produktif yang aktif berorganisasi dan aktif berkegiatan sosial itu masih dalam kategori yang cukup baik,” katanya saat ditemui Media KSB di ruang kerjanya, Senin (13/10/2026).
Menurut Merliza, persoalannya justru terletak pada minimnya eksposur. Kegiatan baik yang digelar komunitas belum tentu menjangkau masyarakat seluas yang diharapkan para penggiatnya.
“Memang cuma mereka tidak terekspos saja. Apakah kegiatan-kegiatan baik ini bisa menjangkau sebanyak yang mereka harapkan, itu kita enggak bisa ukur,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD mengaku, selama ini mengikuti perkembangan komunitas pemuda melalui cerita langsung dari para penggiatnya. Informasi tersebut tidak banyak diperoleh dari pemberitaan maupun laporan resmi.
Merliza juga melihat kuatnya kolaborasi antarkomunitas di Sumbawa Barat. Menurutnya, satu komunitas hampir mustahil bertahan tanpa menjalin kerja sama dengan komunitas lainnya. “Sangat sulit satu komunitas berdiri tanpa ada kolaborasi dengan komunitas lain,” ujarnya.
Merliza turut memberikan apresiasi khusus kepada komunitas olahraga yang kini kian bertambah. Komunitas tersebut dinilai berhasil menarik minat anak muda untuk aktif berorganisasi dan berkegiatan.
Tak hanya itu, pemuda produktif juga kerap berperan sebagai penggerak bagi teman sebayanya. Merliza menyebut tidak sedikit di antara mereka yang rutin bersosialisasi dan mengajak rekan-rekannya ikut produktif.
“Tidak sedikit yang melakukan sosialisasi, tidak sedikit juga yang mengajak teman-temannya untuk bisa produktif juga,” tuturnya.
Meski demikian, Merliza menilai keberlanjutan gerakan tersebut tetap bergantung pada dukungan pemerintah daerah. Merliza menyebut dukungan pemerintah daerah sejauh ini memang ada, meski belum dapat dikatakan masif.
“Sejauh ini dukungannya tetap ada. Masif atau tidak, ya tidak bisa kita nilai semasif itu,” jelasnya.
Merliza pun mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah memberi perhatian terhadap geliat komunitas tersebut. “Apakah pemda tetap melihat atau tidak? Itu yang menjadi pertanyaan” ucapnya.
Merliza berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan komunitas pemuda yang sudah bergerak secara mandiri. Perhatian tersebut dinilai penting agar kegiatan positif anak muda semakin dikenal dan menginspirasi lebih banyak pemuda di Sumbawa Barat. (M-02)
