Pemdes Tua Nanga Salurkan BLT Kepada Lansia dan Disabilitas

Poto Tano, MediaKSB, – Pemerintah Desa (Pemdes) Tua Nanga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan bagian dari upaya Pemdes Tua Nanga untuk memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan.
Sebanyak 35 orang penerima manfaat tercatat menerima bantuan ini. Mereka terdiri dari lansia dan warga penyandang disabilitas yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data oleh Pemdes.
BLT yang disalurkan merupakan hak penerima untuk periode empat bulan, yakni dari Januari hingga April 2025. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan, dengan total akumulasi Rp1,2 juta per orang.
“Kami langsung datangi ke rumah penerima untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak. Alhamdulilah berlangsung tertib dan lancar,” ujar Kepala Desa (Kades) Tua Nanga, Hamzah beberapa waktu lalu.
Kades menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban penerima. Program ini juga merupakan bentuk komitmen desa dalam memperhatikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Ini adalah wujud perhatian pemerintah desa kepada warga yang membutuhkan dukungan lebih, terutama mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap,” ucapnya.
Hamzah juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling peduli, serta mendukung program-program yang dijalankan desa demi kesejahteraan bersama.
“Momentum Idul Fitri ini juga harus digunakan untuk mempererat silaturahmi dan persatuan antar warga. Semoga dengan bantuan ini juga dapat membantu masyarakat menikmati nuansa lebaran dengan keluarganya,” pungkasnya.
Program BLT Dana Desa ini merupakan bagian dari amanat pemerintah pusat yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa, dengan harapan mampu menciptakan pemerintah desa yang inklusif dan responsif terhadap masalah sosial. (M-02)
