Pemerintah KSB Pelajari Pengelolaan Sampah Kota Surabaya

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempelajari pengelolaan sampah dan penataan Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memperdalam strategi pengelolaan sampah serta penataan ruang terbuka hijau (RTH) dari Pemkot Surabaya.
Rombongan Pemerintah KSB, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syahril, S.T., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, Aku Nur Rahmadin. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi bersama Sekretaris DLH Kota Surabaya, Maria Agustin Yuristina menerima rombongan.
“Mohon berkenan nanti mungkin ada pengalaman-pengalaman dari Pak Asisten yang sudah terlaksanaa di kota Surabaya ini yang kami bisa petik. Untuk kami kembangkan atau kami laksanakan di daerah kami, sehingga kami merasa secara maksimal melayani masyarakat,” ujarnya saat membuka pertemuan.
Wabup menjelaskan, pengelolaan sampah di KSB masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari sembilan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), baru satu TPA yang beroperasi aktif.
“Jumlah penduduk kami sekitar 158 ribu jiwa. Jadi perlu adanya penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dan peningkatan kesadaran dari masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Surabaya memaparkan berbagai kebijakan dan inovasi pengelolaan sampah. Salah satunya upaya menekan volume sampah yang masuk ke TPA Benowo dari sekitar 1.800 ton menjadi 1.500 ton per hari.
Keterlibatan aktif masyarakat melalui puluhan ribu kader lingkungan sangat mendukung keberhasilan program ini . Selain itu, ptimalisasi ratusan bank sampah juga terintegrasi secara digital. Terakhir pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Berita Terkait : Bank Sampah Jadi Prioritas, DLH KSB Dorong Desa Olah Sampah Mandiri
Perhatian Serius dari Pemerintah KSB
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian KSB antara lain pemberdayaan 29.000 Kader Surabaya Hebat (KSH). Kader bertugas sebagai garda terdepan edukasi pemilahan sampah rumah tangga. Keberadaan 919 unit bank sampah yang terhubung melalui aplikasi Sibasam. Terakhir pengelolaan TPA Benowo yang mampu menghasilkan listrik sebesar 11 MW per hari melalui teknologi gasifikasi dan landfill gas.
“Selain itu, Surabaya juga mengembangkan inovasi popok kain pakai ulang merek “Bumbi” oleh UKM disabilitas,” beber Maria Agustin.
Selain pengelolaan sampah, Pemerintah KSB juga tertarik mempelajari pengelolaan 45 taman aktif di Surabaya untuk diterapkan di kawasan Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang seluas 40 hektar. Melalui kunjungan ini, Pemkab KSB menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti hasil studi tiru dan kerja sama berkelanjutan dengan Kota Surabaya. (M-01)
