Bank Sampah Jadi Prioritas, DLH KSB Dorong Desa Olah Sampah Mandiri
Taliwang, MediaKSB, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong pemerintah desa untuk mengelola sampah secara mandiri dengan menempatkan bank sampah sebagai program prioritas dalam upaya memperbaiki kebersihan lingkungan dan menekan persoalan sampah rumah tangga.
Kepala DLH KSB, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., MM.Inov., menegaskan, pendekatan pengelolaan sampah ke depan tidak lagi bertumpu pada pola angkut-buang. Desa didorong menjadi simpul awal pengurangan sampah melalui penguatan bank sampah. “Sampah harus selesai di hulu. Kalau desa bisa mengelola sendiri, maka yang masuk ke TPA itu hanya residu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1).
Menurut Rahmadin, bank sampah merupakan sarana edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. Melalui sistem pemilahan sejak rumah tangga, masyarakat didorong memahami nilai ekonomi sampah sekaligus dampak lingkungannya.
“Bank sampah itu alat membangun kesadaran. Ketika masyarakat sudah terbiasa memilah, persoalan sampah akan jauh lebih ringan,” katanya.
DLH KSB mencatat, sebagian besar sampah rumah tangga yang berakhir di TPA sebenarnya masih bernilai guna, baik untuk didaur ulang maupun diolah kembali. Namun minimnya pemilahan membuat sampah tercampur dan sulit dimanfaatkan. Kondisi ini mempercepat penuhnya TPA dan meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.
Karena itu, DLH KSB mendorong pemerintah desa untuk menjadikan bank sampah sebagai bagian dari program prioritas desa. Dukungan dapat dilakukan melalui penganggaran, penyediaan sarana, hingga penguatan kelembagaan pengelola.
“Kami mendorong desa berani mengambil peran. Tidak harus besar, yang penting konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain bank sampah, pengolahan sampah organik juga dinilai penting untuk dikembangkan di tingkat desa, seperti melalui komposting. Langkah ini dinilai efektif mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat. “Sampah organik itu paling banyak. Kalau bisa diolah di desa, dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.
Kadis menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga komitmen kolektif. DLH KSB, kata Rahmadin, akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar desa memiliki kapasitas mengelola sampah secara mandiri. “Target kami desa bisa lebih mandiri, lingkungan terjaga, dan beban TPA berkurang,” pungkasnya. (M-01)


Pingback: Pemerintah KSB Pelajari Pengelolaan Sampah Kota Surabaya - Media KSB