Pola Baru AMMAN Buka Ruang Tumbuh Bagi Kontraktor Area Tambang

Foto: Direktur PT Catur Cahaya Niaga Mitra, Wawan Ardiansyah

Taliwang, MediaKSB, – Eksistensi kontraktor lokal dalam dunia pertambangan mendapat exposure cukup tinggi dari masyarakat akhir-akhir ini. Isu ini mencuat seiring munculnya anggapan bahwa keberadaan kontraktor lokal di tambang Batu Hijau yang dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) semakin terpinggirkan.

Salah satu kontraktor lokal yang telah lama menjadi mitra bisnis AMMAN adalah PT Catur Cahaya Niaga Mitra. Direktur perusahaan, Wawan Ardiansyah, membantah anggapan bahwa AMMAN melakukan tebang pilih dalam bermitra. Penunjukan rekanan yang dilakukan AMMAN adalah murni penilaian secara objektif.

“Adakalanya keberadaan kontraktor luar itu memang dibutuhkan. Karena memang kontraktor lokal belum bisa mengerjakan apa yang mereka kerjakan. Kita sangat paham itu, karena harus diakui tidak semua pekerjaan bisa kita handle,” jelasnya pada Senin, (14/4).

Menurut Wawan Ardiansyah, tidak benar jika dikatakan bahwa peluang kerjasama hanya diberikan kepada kontraktor dari luar. kesempatan tersebut juga terbuka untuk kontraktor lokal. 

“Kalau kita punya kapasitas, pasti dapat kesempatan. Bahkan kalau merasa belum kuat, kita bisa bersinergi dengan kontraktor besar. Ini yang kami lakukan, dan hasilnya terbukti,” lanjutnya.

Wawan juga mengungkapkan bahwa pola kerja sama yang ditawarkan AMMAN saat ini justru lebih menguntungkan bagi kontraktor lokal. Salah satu contohnya adalah sistem pembayaran awal sebesar 20 persen dari nilai proyek, yang tidak pernah ada pada masa PT. Newmont Nusa Tenggara.

“Perbedaan lainnya, proyek saat ini lebih stabil. Dulu memang nilai proyek besar, tapi tidak selalu ada. Sekarang mungkin nilainya lebih kecil, tapi kontinuitasnya terjaga. Ini yang membuat kami bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Keberlanjutan proyek juga berdampak positif terhadap tenaga kerja lokal. PT Catur Cahaya Niaga Mitra kini mampu menyerap hampir 600 tenaga kerja, jauh meningkat dibandingkan masa awal saat bermitra dengan PT. Newmont Nusa Tenggara yang hanya mampu mempekerjakan 100 orang. “Hampir semuanya putra-putri daerah, persentasenya 95% masyarakat lokal,” tutup Wawan.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kontraktor lokal tetap memiliki ruang dan kesempatan di bawah kemitraan dengan AMMAN, selama mampu memenuhi standar profesionalisme dan kualitas kerja yang dibutuhkan perusahaan. (M-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *