Realisasi Investasi KSB Capai 81 Persen pada Triwulan Ketiga
Taliwang, MediaKSB, – Realisasi investasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga triwulan ketiga tahun 2025 mencapai Rp37,5 triliun atau 81,46 persen dari total target tahunan sebesar Rp46 triliun. Capaian ini menunjukkan tren positif untuk menuntaskan target investasi hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, NS Kamaluddin, S.Kep, menyampaikan, capaian tersebut menandakan kinerja investasi daerah masih sangat baik, meskipun secara nominal sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Memang tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu pada periode yang sama karena target yang ditetapkan berbeda. Tahun 2024 target realisasi investasinya lebih rendah, sekitar Rp23 triliun,” jelasnya saat dikonfirmasi di kantornya pada, Senin (27/10).
Menurut Kamaluddin, hingga saat ini sektor tambang masih menjadi penyumbang terbesar terhadap capaian investasi daerah. Namun, yang patut diapresiasi adalah mulai menggeliatnya investasi dari sektor non-tambang, terutama di bidang pariwisata, pertanian, dan perikanan.
“Kita melihat pertumbuhan di sektor lain. Misalnya di pariwisata, mulai banyak investor yang menanamkan modal untuk pembangunan penginapan dan perhotelan, terutama di kawasan pesisir,” ujarnya.
Kamaluddin menilai, peningkatan investasi di luar sektor tambang tidak lepas dari promosi dan keterbukaan informasi publik yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, promosi potensi daerah, baik melalui media maupun kegiatan promosi wisata, telah menjadi magnet bagi investor baru untuk masuk ke KSB.
“Salah satu faktor yang mendorong meningkatnya tren sektor lain adalah informasi yang semakin luas. Iklan dan promosi wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” tambahnya.
Pemerintah KSB, melalui DPMPTSP, berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Berbagai kemudahan perizinan, pelayanan cepat, serta kepastian hukum bagi investor terus diperkuat.
Kamaluddin juga menyatakan keyakinannya bahwa target Rp46 triliun akan tercapai di akhir tahun. “InsyaAllah sampai. Kita optimis,” pungkasnya. (M-01)

