Revitalisasi BLK Jadi Pembahasan Penting Bupati KSB dengan Menaker RI
Jakarta, MediaKSB, – Rencana revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi salah satu pokok pembahasan penting dalam pertemuan antara Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di Kantor Kemenaker RI, Jakarta, Rabu (17/7).
Dalam audiensi tersebut, Bupati KSB didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi, dan Anggota DPRD KSB, Norvi Aperiansyani. Mereka memaparkan rencana pengembangan BLK KSB sebagai pusat pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri lokal maupun regional.
Bupati KSB menyampaikan, revitalisasi BLK merupakan bagian dari program prioritas daerah dan didesain dalam bentuk kerja sama tripartit antara Pemerintah KSB, PT. AMMAN, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
“BLK ini menjadi kebutuhan strategis KSB dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga kerja, sekaligus memperluas peluang kerja, khususnya di sektor industri dan pertambangan,” ujar Bupati.
H. Amar sapaan akrabnya juga menyampaikan, pemerintah daerah telah menyiapkan dokumen pendukung secara lengkap, mulai dari studi kelayakan, DED, hingga Amdal dan dokumen LARAP.
“Bahkan, kegiatan pelatihan akan tetap berjalan sambil menunggu proses pembangunan fisik BLK dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Selain membahas BLK, Bupati KSB juga mengundang secara resmi Menaker RI untuk menghadiri peringatan HUT ke-22 KSB pada 20 November 2025. Rencananya, peringatan HUT tersebut akan menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Kemenaker, Pemda KSB, dan PT AMMAN dalam mendukung revitalisasi BLK.
Menaker RI, Prof. Yassierli, merespons positif rencana tersebut dan menekankan pentingnya pelatihan kerja yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan soft skills dan karakter kerja.
“Skill penting, tapi lebih penting lagi adalah kedisiplinan, perilaku, dan kesiapan mental. Hal ini perlu diintervensi lewat asesmen psikologis,” ujarnya.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas SDM. (M-03)

