Jaringan Irigasi Jereweh Dapat Sinyal Positif dari Kementerian PU RI

Bagikan ke :

Jakarta, MediaKSB, – Harapan petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mendapatkan jaringan irigasi yang memadai mulai menemui titik terang. Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., mendapat sinyal positif dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia (RI) terkait rencana pembangunan jaringan irigasi dari Bendungan Tiu Suntuk menuju Kecamatan Jereweh.

Dalam kunjungannya ke Jakarta pada Rabu (16/07), Bupati melakukan audiensi dengan Direktorat Irigasi dan Direktorat Bina Teknik di bawah Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PU RI.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan realisasi program prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mendukung sektor pertanian, khususnya di wilayah selatan KSB.

Bupati KSB menyampaikan, pembangunan jaringan irigasi Tiu Suntuk–Jereweh merupakan bagian dari janji politik dan termasuk dalam program unggulan “KSB Maju Luar Biasa”.

Proyek ini menargetkan pengairan lahan pertanian seluas 2.000 hektare yang saat ini hanya memiliki indeks tanam 150 persen. Dengan irigasi permanen, indeks tanam tersebut diharapkan meningkat hingga 300 persen.

“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi pengungkit utama peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, Bendungan Tiu Suntuk sudah memiliki kapasitas tampung besar dan siap dimaksimalkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah KSB telah menyiapkan seluruh dokumen pendukung teknis, seperti Studi Kelayakan, Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP).

Rencana pembangunan ini disambut baik oleh Kementerian PU. Dalam waktu dekat, pihak Kementerian akan mengundang Pemerintah KSB untuk melakukan ekspose teknis lanjutan di Jakarta. Agenda pemaparan ini dijadwalkan akan dilakukan dalam dua minggu mendatang.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah KSB berharap jaringan irigasi ini dapat segera terealisasi. “Keberadaannya diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Jereweh dan Sumbawa Barat secara umum,” pungkas Bupati (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *