Ribuan Warga Padati Pantai Sekongkang di Pesta Bau Nyale 2026

Bagikan ke :
Foto: Maysrakat Padati Tradisi Bau Nyale di Pantai Sekongkang. (Media KSB)
Foto: Maysrakat Padati Tradisi Bau Nyale di Pantai Sekongkang. (Media KSB)

Sekongkang, MediaKSB, – Pantai Sekongkang dipadati ribuan warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang tumpah ruah mengikuti perayaan Bau Nyale 2026. Budaya ini identik dengan tradisi tangkap cacing laut jelmaan Putri Mandalika.

Perayaan ini berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (6–7 Februari 2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru KSB datang menuju tepi pantai, membawa perlengkapan sederhana untuk menyaksikan pesta budaya tersebut. 

Pantai Sekongkang, yang biasanya sunyi di malam minggu, berubah menjadi pusat aktivitas warga. Para pengunjung terlihat berbaur di sepanjang garis pantai berburu nyale dan berbagi cerita. Tradisi yang dipercayai membawa berkah dan keberuntungan bagi yang berhasil menangkap nyale.

“Kami sudah datang sejak sore untuk menunggu bersama keluarga. Ini adalah tradisi yang kami nanti setiap tahun,” ujar Rahmi salah satu pengunjung, yang mengaku berasal dari desa sekitar.

Baca Juga : Pantai Jelenga: Pesona Tersembunyi di Sumbawa Barat

Makna Bau Nyale di Sumbawa Barat

Tradisi Bau Nyale sendiri memiliki makna budaya yang kuat di wilayah Sumbawa Barat. Warga biasanya menjalani ritual ini dengan turun ke laut untuk menangkap nyale, sejenis cacing laut yang mereka yakini muncul menjelang perayaan sebagai jelmaan Putri Mandalika, tokoh legenda setempat.

Panitia lokal bersama aparat desa dan relawan terlihat bersiaga sepanjang event untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung. Beberapa posko kesehatan dan logistik terlihat di sepanjang garis pantai untuk membantu pengunjung terutama anak-anak dan lansia. 

Kerumunan besar di Pantai Sekongkang menunjukkan bahwa tradisi Bau Nyale menjadi magnet sosial bagi masyarakat KSB. Perayaan ini juga berkontribusi pada ekonomi lokal. Para pedagang kecil dan UMKM setempat mendapat kesempatan untuk menjajakan dagangan mereka di tengah lautan pengunjung. 

“Alhamdulillah banyak yang datang dan membeli dagangan saya. “Pemerintah harus lebih sering melaksanakan kegiatan semacam ini di Sumbawa Barat untuk membantu pedagang kecil seperti kami,” kata Yudi, salah satu pedagang.

Antusiasme warga yang memenuhi Pantai Sekongkang kali ini menjadi refleksi kuatnya keterikatan masyarakat KSB terhadap tradisi Bau Nyale. Selain itu juga menunjukkan bahwa perayaan budaya lokal tetap relevan dan hidup di tengah perubahan zaman. (M-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *