Penerapan P5 SMAN 1 Sekongkang, Siswa Usung Projek Eco Enzyme

Sekongkang, MediaKSB,- SMA Negeri 1 Sekongkang yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar untuk kelas X, sementara kelas XI dan XII masih menggunakan Kurikulum 2013. Salah satu fitur penting dari Kurikulum Merdeka adalah penerapan kegiatan proyek untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila, dimana untuk kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang menjadi bagian integral dari Kurikulum Merdeka.
“Kami melihat betapa pentingnya melibatkan siswa dalam kegiatan proyek yang tidak hanya membantu mereka memahami materi secara lebih baik tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang mereka butuhkan di dunia nyata,” ujar Sri Rohaya, S.S M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Sekongkang.
Kegiatan projek pertama berfokus pada tema gaya hidup berkelanjutan dengan topik utama adalah konversi sampah menjadi berkah melalui pembuatan pupuk cair organic atau eco enzyme. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X sebanyak 24 orang dan sudah dimulai sejak September tahun lalu. “Projek ini menjadi langkah awal yang sangat baik dalam mendorong siswa untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka,” tambah Kepsek.
Presentasi hasil projek dilakukan secara langsung oleh siswa di aula sekolah pada tanggal 3 Februari 2024 yang dihadiri juga oleh environ PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT). “Kami bangga melihat bagaimana siswa-siswa kami dengan percaya diri menyampaikan hasil projek mereka kepada para hadirin, termasuk perwakilan dari PT. AMNT,” ungkap Sri Rohaya dengan senyum.
Dalam presentasi tersebut, siswa-siswa menjelaskan proses pembuatan eco enzyme dan mengapa mereka memilih topik tersebut pada projek pertama kegiatan P5, bahan apa saja yang diperlukan, proses pembuatan, dan bagaimana pengaplikasiannya pada tanaman.
Kehadiran pihak dari PT AMNT dalam acara tersebut memberikan kontribusi yang sangat berarti. Kepala sekolah berterima kasih atas dukungan dan bimbingan yang diberikan oleh tim PT AMNT kepada siswa-siswanya. “Mereka tidak hanya memahami konsep produk yang dihasilkan tetapi juga belajar tentang aplikasi praktisnya,” kata Kepsek.
Hal penting yang disampaikan Sri Rohaya, melalui projek ini, tidak hanya sampah organik yang dapat diminimalisir, tetapi juga terbuka peluang kewirausahaan bagi siswa. “Kami berharap projek ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan tetapi juga mendorong semangat kewirausahaan di antara siswa-siswa kami, karena banyak sekali manfaat dari cairan Eco Enzyme yang memiliki nilai jual,” harapnya.
Melalui kegiatan seperti ini, SMA Negeri 1 Sekongkang terus berupaya menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Kami yakin dengan pendekatan Kurikulum Merdeka ini, kami dapat melahirkan siswa-siswa yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kompetensi yang kuat,” pungkas Kepsek. (M-01)

