Rotasi Pejabat, Bupati KSB Tekankan Kebutuhan Air Bersih dan Ketahanan Pangan
Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan penataan ulang posisi pejabat Tinggi dan pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai bagian dari penguatan kinerja layanan publik dan percepatan program prioritas daerah pada 2026.
Diantara pejabat yang dilantik adalah Syahril, S.T., yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PUPR, kini dipercaya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Agusman, S.Pt., beralih dari Kepala Bagian Pemerintahan menjadi Kepala BKPSDM. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., yang sebelumnya Camat Sekongkang, ditunjuk sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Sementara Denny Saputra, S.Pd., dipercaya sebagai Dewan Pengawas PERUMDAM Bintang Bano.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si menegaskan, pergeseran jabatan tersebut merupakan strategi dalam mempercepat penyelesaian persoalan layanan dasar dan program unggulan daerah.
Bupati meminta jajaran manajemen dan pengawas PERUMDAM Bintang Bano segera mengurai persoalan konektivitas infrastruktur pengolahan air yang selama ini menghambat optimalisasi layanan.
“Saya minta kendalanya diidentifikasi dengan jelas supaya solusinya tepat. Tahun 2026 ini PERUMDAM harus sudah bisa beroperasi secara sehat,” tegasnya.
Di sektor pangan, Bupati memberikan penekanan khusus kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) agar lebih proaktif dalam menjaga stabilitas harga gabah. Bupati mengingatkan agar koordinasi dengan Bulog dilakukan lebih awal.
“Jangan tunggu petani ribut dulu. Pastikan harga gabah tetap di atas standar pemerintah, minimal Rp6.500 per kilogram, supaya petani tidak dirugikan,” ujarnya.
Arahan serupa juga disampaikan untuk penguatan program KSB Maju Luar Biasa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Bupati bahkan menetapkan target penyaluran bantuan sapi ke plasma peternak mulai Juni mendatang sebagai indikator awal keberhasilan program.
Menutup arahannya, Bupati menegaskan bahwa seluruh pejabat diminta untuk fokus pada implementasi program unggulan daerah. “Untuk kita semua, perlu kita fokus dengan program unggulan daerah, pastikan itu berjalan dengan sebaik-baiknya. Setelah tahun pertama KSB Maju kita mulai, tahun ini harus sudah tidak ada keluhan lagi, sambil kita jalan untuk klaster ekonomi lainnya,” pungkasnya. (M-01)

