Studi Tiru, Pjs Bupati Bersama Pejabat KSB Berkunjung ke Kabupaten Gresik

Taliwang, MediaKSB, – Untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mengelola kawasan industri, jajaran pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dipimpin langsung Pjs Bupati, Julmansyah, S.Hut, MAP telah melaksanakan studi tiru dengan di motori Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB.
Julmansyah menuturkan, jika tidak salah pemerintah KSB untuk berkunjung dan belajar mengenai pengelolaan kawasan industri ke Kabupaten Gresik. Mengingat daerah ini sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sejumlah industrinya memiliki kesamaan yang akan hadir di Bumi Pariri Lema Bariri. “Pemerintah KSB ingin belajar dengan pemerintah Gresik, makanya melaksanakan studi tiru,” ucapnya.
Dikesempatan itu Julmansyah juga menegaskan beberapa hal penting untuk dipelajari, diantaranya, penataan tenaga kerja, aktifitas ekonomi, model produk turunan dari smelter yang ada di Kabupaten Gresik. “Kami ingin mendapatkan saran, masukan agar bagaimana keberadan Smelter bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini yang nantinya bisa jadi masukan dalam draft RPJM teknokratik kami. Sehingga nantinya siapa pun bupati yang terpilih, dapat menyesuaikan dengan visi misi yang mereka usung,” ungkapnya.
Terakhir Julmansyah berharap kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut dalam rombongan, supaya mendalami langsung apa saja kebijakan pemerintah Gresik, sehingga nantinya dapat diterapkan di KSB, karena dalam waktu dekat operasional Smelter akan dimulai.
Sementara Aminatun Habibah selaku Plt Bupati Gresik saat menerima rombongan pemerintah KSB mengatakan, jika daerahnya dikenal sebagai kota industri karena ada banyak perusahaan besar yang beroperasi diantaranya PT. Semen Indonesia, Smelter PT. Freeport dan beberapa perusahaan besar lainnya. “Kami siap menyampaikan semua sisi yang dibutuhkan pemerintah KSB dalam kunjungan ini,” tegasnya.
Diakui juga, tingginya aktifitas industri di Kabupaten Gresik memberikan dampak terhadap angka PAD. Terkini PAD Gresik telah mencapai Rp1,37 Triliun, dan menjadi penopang ekonomi Propinsi Jawa Timur. “Salah satu yang menjadi daya tarik Kabupaten Gresik sehingga didatangi oleh banyak pendatang yaitu Upah Minimum Kabupatennya berada pada angka Rp 4.642.031,” sebutnya. (M-01)
