Persiapan Kartu KSB Maju Kesehatan Sudah Matang, Dikes Siapkan Simulasi Saat Launching

Bagikan ke :

Taliwang, MediaKSB, – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kesehatan (Dikes) terus memantapkan persiapan peluncuran program Kartu KSB Maju Kesehatan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2025 mendatang. Salah satu bentuk kesiapan tersebut adalah penyusunan video simulasi pelayanan Tim Reaksi Cepat (TRC), yang menjadi salah satu layanan unggulan dalam program tersebut.

TRC merupakan layanan tanggap darurat yang akan diterima masyarakat pemegang Kartu KSB Maju, dengan tujuan mempercepat respons atas kebutuhan kesehatan yang mendesak. Dinas Kesehatan KSB sendiri bertanggung jawab secara penuh sebagai leading sektor dalam pengoperasian layanan ini.

“Ada beberapa pelayanan kesehatan dalam program Kartu KSB Maju Kesehatan. Dikes sendiri diberi tanggung jawab menjadi leading sektor dalam TRC,” ujar Kepala Dikes KSB, Hj. Erna Idawati, SE, kepada wartawan pada, Jumat (09/5).

Video simulasi TRC disiapkan sebagai bagian dari peluncuran perdana agar masyarakat dapat memahami secara visual bagaimana mekanisme layanan ini bekerja, mulai dari menerima laporan, respons petugas, hingga penanganan di lapangan.

“Video simulasi ini penting untuk menggambarkan kesiapan kami sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang alur kerja TRC, sehingga ketika layanan berjalan, masyarakat tidak bingung,” tambah Kadis.

Selain simulasi, sosialisasi program juga terus digencarkan. Dikes KSB telah membuat banner di seluruh puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan, lengkap dengan informasi layanan serta nomor aduan TRC yang dapat dihubungi oleh masyarakat. Selain itu sosialisasi di seluruh platform media sosial juga telah dilakukan secara masif.

“Kami juga sudah menyematkan nomor aduan Tim TRC di setiap banner dan postingan. Tujuannya agar masyarakat tahu ke mana harus menghubungi saat butuh layanan cepat,” ujar Hj Er sapaan akrabnya.

Masih dengan keterangan Kadis, pihaknya juga aktif mengikuti rapat persiapan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini dilakukan untuk memastikan koordinasi dan dukungan teknis dari instansi lain dapat berjalan optimal.

“Kami telah melaporkan semua persiapan yang kami lakukan. Penganggaran armada, perlengkapan, hingga SDM juga sudah kami sampaikan dalam rapat persiapan. Kami juga memastikan Tim TRC nanti tidak akan mengganggu pelayanan yang sudah ada,” jelasnya.

Hj. Er berharap, program ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan responsif.“Harapannya, masyarakat benar-benar merasakan manfaat dan kehadiran pemerintah dalam setiap kondisi darurat,” pungkasnya. (M-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *